LintasWarganet.com – 02 Juni 2026 | Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan serangan balasan terhadap kapal kontainer MSC Sariska, yang diklaim sebagai kapal milik Amerika Serikat–Israel, pada hari Selasa (1 Juni 2024). Serangan dilakukan menggunakan rudal anti kapal yang ditembakkan dari perairan Teluk Persia, menimbulkan kerusakan pada bagian dek dan menewaskan dua awak kapal.
Berita ini muncul tak lama setelah kapal induk Amerika Serikat, USS Dwight D. Eisenhower, bersama konvoi kapal pendukungnya, melewati Selat Hormuz dalam operasi rutin. Pemerintah Iran menuduh konvoi tersebut melanggar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Iran dan melakukan provokasi militer.
Berikut rangkaian peristiwa yang dilaporkan:
- 07:30 WIB – Konvoi kapal militer AS memasuki Selat Hormuz, menyeberang wilayah yang dipersengketakan.
- 08:15 WIB – IRGC mengeluarkan pernyataan resmi menuduh pelanggaran dan mengancam tindakan balasan.
- 09:05 WIB – Rudal anti kapal diluncurkan dari kapal perang IRGC, menargetkan MSC Sariska yang berada 12 mil laut dari pantai Iran.
- 09:07 WIB – MSC Sariska mengalami kerusakan pada dek, dua awak kapal terluka dan dievakuasi ke kapal terdekat.
- 09:30 WIB – Kapal AS mengirim tim medis dan teknis untuk membantu korban dan menilai kerusakan.
Pihak Amerika Serikat mengecam aksi Iran sebagai “serangan tidak berdasar” dan menegaskan akan menindaklanjuti dengan tindakan diplomatik serta kesiapan militer. Sekretaris Pertahanan AS menyatakan bahwa tidak ada niat untuk meningkatkan ketegangan, namun Amerika Serikat akan melindungi kepentingan dan personelnya di kawasan tersebut.
Para analis geopolitik menilai insiden ini dapat memperburuk hubungan yang sudah tegang antara Washington dan Tehran, terutama menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat dan sanksi internasional yang sedang dipertimbangkan terhadap Iran. Mereka memperingatkan bahwa eskalasi di Selat Hormuz dapat mengganggu jalur perdagangan minyak dunia, yang mengalir lebih dari 20% produksi global melalui selat tersebut.
Sejauh ini, belum ada laporan resmi mengenai respons Iran selanjutnya, namun kemungkinan besar akan ada pernyataan diplomatik tambahan serta penempatan pasukan lebih lanjut di wilayah strategis Teluk Persia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet