LintasWarganet.com – 06 April 2026 | Teheran – Angkatan bersenjata Iran mengumumkan pada Sabtu (4 April 2026) bahwa mereka telah melancarkan serangan dengan pesawat tak berawak (drone) terhadap Bandara Internasional Ben Gurion, yang terletak di kota Lod dekat Tel Aviv, Israel. Pernyataan resmi disiarkan melalui jaringan televisi dan radio negara Iran, menegaskan bahwa operasi drone tersebut menargetkan sejumlah infrastruktur kritis di bandara, termasuk menara pengamatan baru, menara pengamatan Terminal 1 dan Terminal 2, sistem navigasi, antena serta radar milik rezim Zionis.
Rincian Target dan Tujuan Operasi
Menurut keterangan militer Iran, drone‑drone yang dikerahkan melakukan serangan skala penuh pada pagi hari, menabrak atau mengganggu fungsi menara‑menara pengamatan yang mengawasi pergerakan pesawat, serta menghancurkan peralatan navigasi dan radar yang menjadi tulang punggung kontrol lalu lintas udara bandara. Daftar target utama meliputi:
- Menara pengamatan baru yang baru dibangun di area bandara.
- Menara pengamatan Terminal 1 dan Terminal 2.
- Sistem navigasi dan perangkat bantu pendaratan.
- Antena komunikasi militer dan sipil.
- Radar pertahanan udara yang melindungi zona udara sekitar bandara.
Militer Iran menegaskan bahwa serangan ini dimaksudkan untuk mengganggu operasi penerbangan Israel serta menimbulkan kerugian strategis bagi musuh yang mereka sebut “amerika‑Zionis”.
Motif Balas Dendam
Dalam pernyataan yang sama, pejabat militer menambahkan bahwa serangan drone ini merupakan balasan atas “penggunaan berkelanjutan Bandara Ben Gurion oleh tentara Amerika Serikat dan Israel untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran”. Mereka juga merujuk pada serangan bersama Amerika Serikat dan Israel yang diluncurkan pada 28 Februari 2026, yang menurut Tehran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta menewaskan ratusan warga sipil, termasuk korban di sebuah sekolah perempuan di selatan Iran. Iran memperkirakan lebih dari 1.200 jiwa tewas akibat aksi tersebut.
Iran juga menyinggung serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr yang, menurut Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), telah diserang oleh pasukan AS dan Israel pada tanggal 4 April 2026, menewaskan seorang karyawan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan keprihatinannya terhadap serangan rudal baru yang ditujukan ke PLTN Bushehr, menambahkan bahwa Rusia mengutuk keras aksi yang menyebabkan korban jiwa.
Reaksi Internasional
Reaksi internasional masih terbatas pada pernyataan resmi Rusia yang menyatakan keprihatinan. Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi pada saat penulisan laporan ini. Israel, melalui juru bicaranya, menegaskan bahwa keamanan Bandara Ben Gurion tetap menjadi prioritas utama, namun belum mengonfirmasi secara detail tingkat kerusakan yang terjadi.
Video yang dirilis oleh jaringan televisi Iran menampilkan cuplikan drone yang melayang di atas area bandara, diikuti oleh ledakan pada menara‑menara pengamatan dan peralatan radar. Meskipun kualitas video tidak dapat dipastikan secara independen, pihak Iran menegaskan keautentikan rekaman tersebut sebagai bukti konkret operasi militer mereka.
Implikasi Geopolitik
Serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan yang telah memuncak sejak akhir Februari 2026, ketika serangan gabungan AS‑Israel menargetkan instalasi kritis di wilayah Iran. Jika konflik terus berlanjut, risiko perluasan ke wilayah lain di Timur Tengah menjadi semakin nyata, dengan potensi memicu respons militer tambahan dari kedua belah pihak.
Para pengamat militer memperingatkan bahwa penggunaan drone dalam konflik modern memungkinkan serangan presisi dengan risiko minimal bagi penyerang, namun meningkatkan ancaman terhadap infrastruktur sipil yang strategis. Bandara Ben Gurion, sebagai pintu gerbang utama Israel bagi penerbangan internasional, memiliki peran ekonomi dan simbolik yang signifikan, sehingga serangan terhadapnya dapat menimbulkan dampak ekonomi serta menambah tekanan politik.
Sejauh ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau luka-luka di pihak Israel, namun pihak otoritas bandara menyatakan bahwa operasi penerbangan sementara akan tetap dibatasi hingga evaluasi kerusakan selesai. Pemerintah Israel diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan resmi dalam beberapa jam ke depan.
Dengan serangan drone ini, Iran menegaskan komitmennya untuk membalas setiap tindakan militer yang dianggap mengancam kedaulatan negara. Situasi yang semakin tegang menuntut perhatian internasional agar terhindar dari spiralisasi konflik yang dapat meluas melampaui wilayah Timur Tengah.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet