LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Presiden Iran, Raisi, menegaskan bahwa negara tersebut siap memperluas zona operasi militer bila Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Israel, kembali melakukan serangan militer di wilayah Timur Tengah.
Latar Belakang Ketegangan
Hubungan antara Tehran dan Washington telah lama berada pada titik kritis sejak penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan pada 2021 dan pengeboman Iran pada tahun 2020. Israel juga secara rutin melakukan serangan udara ke sasaran yang diduga milik kelompok bersenjata pro‑Iran di Suriah dan Lebanon, menambah ketegangan di kawasan.
Pernyataan Resmi dari Pemerintah Iran
Dalam konferensi pers yang disiarkan secara nasional, Raisi menyatakan, “Jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan, kami tidak akan ragu membuka medan pertempuran baru, termasuk di wilayah laut, udara, dan darat yang strategis.” Ia menambahkan bahwa militer Iran telah menyiapkan “cadangan operasi” yang dapat diaktifkan dalam hitungan jam.
Implikasi Strategis
- Potensi eskalasi konflik meluas ke negara-negara sahabat Iran seperti Suriah, Lebanon, dan Irak.
- Penggunaan sistem pertahanan udara dan rudal balistik yang semakin canggih oleh Iran.
- Risiko gangguan jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, yang dapat memengaruhi pasar energi global.
Reaksi Internasional
Washington menolak mengakui ancaman tersebut sebagai dasar perubahan kebijakan, sementara sekutu‑sekutu NATO menekankan pentingnya menjaga stabilitas regional melalui dialog diplomatik. Israel menyatakan kesiapan untuk menanggapi setiap provokasi dengan kekuatan militer yang memadai.
Para analis menilai bahwa pernyataan Iran lebih bersifat deterrence, namun tetap menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan konflik berskala lebih luas jika salah satu pihak melancarkan serangan baru.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet