LintasWarganet.com – 12 April 2026 | Teheran mengumumkan bahwa kapal tanker milik Malaysia yang termasuk dalam daftar tujuh kapal permohonan izin lintas Selat Hormuz kini dibebaskan dari tarif tol yang biasanya dikenakan Iran. Keputusan ini diambil setelah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada 8 April 2026, serta sebagai penghargaan terhadap hubungan persahabatan kedua negara.
Latihan Penyeberangan Pertama Pasca Gencatan Senjata
Pada Sabtu, 11 April 2026, tiga kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) berhasil menembus jalur khusus “Hormuz Passage trial anchorage”. Salah satunya, Serifos berbendera Liberia, merupakan salah satu dari tujuh kapal yang diajukan Malaysia untuk memperoleh izin melintasi selat. Kapal ini mengangkut minyak mentah asal Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, disewa oleh perusahaan energi Thailand, PTT. Menurut data LSEG, kapasitas masing‑masing kapal mencapai sekitar dua juta barel, setara dengan 2,5 juta ton.
Kapal lain, termasuk Cospearl Lake dan He Rong Hai berbendera China, serta Ocean Thunder milik unit Petronas, juga melintasi selat dalam kurun waktu yang sama. Meskipun lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih jauh di bawah angka normal (sekitar 100 kapal per hari), pergerakan ini menandai awal pulihnya alur energi global setelah penutupan selat pada akhir Februari 2026.
Kontroversi Tarif Tol dan Kebijakan Pembayaran
Sejak penutupan selat, Iran memberlakukan kebijakan “tarif tol” untuk setiap kapal yang ingin melintasi jalur strategis tersebut. Besaran tarif diperkirakan mencapai 2 juta dolar AS atau sekitar Rp 33 miliar per kapal VLCC. Pembayaran dituntut dalam bentuk aset kripto atau yuan China melalui sistem Cross‑Border Interbank Payment System (CIPS), sebuah alternatif bagi jaringan SWIFT yang dikuasai Barat.
Kebijakan ini dianggap sebagai upaya Tehran untuk menghindari sanksi internasional sekaligus memperkuat kontrol de‑facto atas jalur energi penting. Namun, dalam konteks hubungan Malaysia‑Iran, pemerintah Tehran memilih untuk menghapuskan tarif bagi kapal Malaysia, menegaskan bahwa Malaysia adalah “sahabat” yang berperan dalam stabilitas regional.
Dampak Ekonomi dan Geopolitik
- Penghapusan tarif meningkatkan profitabilitas bagi perusahaan energi Malaysia, khususnya Petronas, yang dapat mengirimkan minyak mentah tanpa beban tambahan.
- Kebijakan tarif bagi kapal lain tetap menambah beban biaya operasional, yang dapat memicu kenaikan harga minyak jika diterapkan secara luas.
- Langkah khusus ini memperkuat citra Iran sebagai mediator yang dapat menyesuaikan kebijakan sesuai dengan hubungan bilateral, sekaligus menegaskan posisi tawar dalam negosiasi dengan AS.
Para analis ekonomi menilai bahwa meskipun tarif tol tidak secara langsung memengaruhi harga minyak dunia secara signifikan, keberadaannya menambah variabel risiko geopolitik. Jika Iran memperluas kebijakan tarif kepada lebih banyak negara, arus perdagangan energi dapat terganggu, memperlambat pemulihan pasar pasca‑konflik.
Reaksi Internasional
Negara‑negara Barat, termasuk AS, mencatat bahwa kebijakan tarif Iran masih berada dalam batasan hukum internasional asalkan tidak menimbulkan diskriminasi yang melanggar konvensi maritim. Namun, penghapusan tarif bagi Malaysia dipandang sebagai sinyal positif dalam proses dialog damai yang sedang berlangsung di Islamabad.
Sementara itu, China terus mengamati situasi, mengingat dua kapal berflag China tetap melintasi selat dengan tarif penuh. Beijing diperkirakan akan menyesuaikan strategi keuangannya, mengingat pembayaran melalui yuan dan CIPS menjadi bagian integral dari sistem keuangan alternatif yang sedang dikembangkan.
Keputusan Iran untuk membebaskan kapal Malaysia menandai langkah diplomatik yang jarang terlihat dalam konteks konflik energi. Jika kebijakan serupa diterapkan kepada negara‑negara lain yang dianggap sekutu, kemungkinan terjadinya normalisasi lintas selat akan semakin besar, memberikan sinyal harapan bagi stabilitas pasar energi global.
Selanjutnya, semua mata dunia akan terus memantau bagaimana kebijakan tarif dan pengampunan khusus ini berkembang seiring dengan kemajuan pembicaraan damai antara AS dan Iran. Keberhasilan negosiasi dapat membuka jalan bagi pembukaan penuh Selat Hormuz, mengurangi ketegangan geopolitik, dan mempercepat pemulihan harga minyak yang selama ini tertekan oleh ketidakpastian.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet