LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akraminia, pada Selasa menyatakan bahwa Iran siap membuka zona operasional baru bila Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan militer terhadap kepentingan Tehran.
Pernyataan tersebut muncul usai serangan udara gabungan yang dilakukan oleh pasukan Amerika dan Israel pada 1 April lalu, yang menargetkan kompleks kedutaan Iran di Damaskus, Suriah, menewaskan beberapa anggota militer Iran serta melukai sejumlah lainnya.
Akraminia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam. Ia menambah bahwa jika serangan seperti itu terus berulang, Tehran akan mempertimbangkan pembukaan front baru di wilayah yang dapat menimbulkan tekanan strategis bagi musuh.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan:
- Iran akan memperluas operasi militer ke wilayah yang belum menjadi fokus utama AS dan Israel, termasuk potensi aksi di wilayah Teluk Persia atau Laut Merah.
- Pembentukan front baru dapat melibatkan penggunaan misil balistik, drone, atau operasi khusus yang diarahkan pada instalasi militer atau infrastruktur kritis lawan.
- Iran menekankan bahwa tindakan ini bersifat defensif dan merupakan balasan terhadap agresi luar negeri yang dianggap melanggar kedaulatan negara.
Para pengamat menilai bahwa ancaman ini merupakan upaya Tehran untuk menegaskan kembali kemampuan militernya serta memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat meluas jika tidak ada dialog diplomatik.
Sementara itu, pihak Amerika Serikat belum mengeluarkan komentar resmi mengenai pernyataan tersebut, namun menegaskan komitmennya untuk melindungi sekutu regionalnya, Israel. Israel sendiri menyatakan kesiapan mempertahankan diri dan menolak setiap bentuk intimidasi.
Jika Iran memang membuka front baru, dampaknya dapat memicu ketegangan di kawasan, mempengaruhi jalur energi, serta menambah beban diplomatik bagi negara-negara yang berusaha menengahi perdamaian.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet