Iran Akan Serang Militer AS jika Berani Gelar Project Freedom di Selat Hormuz

LintasWarganet.com – 04 Mei 2026 | Militer Iran mengeluarkan pernyataan tegas menanggapi rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meluncurkan operasi angkatan laut bernama “Project Freedom”. Operasi tersebut bertujuan memandu kapal‑kapal yang terdampar atau mengalami kesulitan di Selat Hormuz kembali ke jalur pelayaran internasional.

Dalam siaran pers resmi, Komando Angkatan Laut Iran menegaskan bahwa setiap upaya Amerika Serikat yang dianggap mengganggu kedaulatan Iran di perairan strategis tersebut akan dipandang sebagai “serangan militer”. Pihak militer Iran memperingatkan bahwa mereka siap melakukan tindakan balasan, termasuk penembakan terhadap kapal perang atau kapal pendukung yang terlibat dalam proyek tersebut.

Beberapa poin penting yang disampaikan oleh otoritas militer Iran antara lain:

  • Project Freedom dianggap sebagai provokasi yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.
  • Iran akan mengaktifkan sistem pertahanan pantai dan menempatkan kapal perang di zona operasional Amerika Serikat.
  • Setiap kapal yang melanggar batas wilayah laut Iran (12 mil laut) akan dihadapi dengan tindakan militer yang proporsional.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara sejak penarikan kesepakatan nuklir tahun 2018. Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan ekonomi dan militer terhadap Tehran, sementara Iran terus menegaskan haknya atas jalur pelayaran penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia.

Para pengamat menilai bahwa eskalasi militer di Selat Hormuz dapat mengganggu aliran minyak dunia, mengingat lebih dari seperseratus persen produksi minyak global melintasi selat tersebut setiap harinya. Risiko gangguan ini dapat memicu kenaikan harga energi secara global dan menimbulkan dampak ekonomi yang luas.

Meski demikian, pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa Project Freedom hanya bersifat “humanitarian” dan “non‑militer”, dengan tujuan utama membantu kapal‑kapal dagang yang terperangkap akibat serangan hamba atau kerusakan teknis. Washington menegaskan bahwa operasi tersebut tidak akan melanggar kedaulatan Iran dan akan dilakukan dalam koordinasi dengan negara‑negara sekutu di kawasan.

Situasi kini berada pada titik kritis, dengan kedua belah pihak menyiapkan langkah diplomatik maupun militer. Komunitas internasional menyerukan penurunan ketegangan dan mengajak Iran serta Amerika Serikat untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog, demi menjaga stabilitas jalur pelayaran penting ini.