LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Inter Milan mengukuhkan dominasinya di kompetisi domestik Italia dengan mengangkat trofi Coppa Italia 2025/2026 setelah mengalahkan Lazio 2-0 di final yang digelar pada 14 Mei 2026 di Stadio Olimpico, Roma.
Rangkaian pertandingan final
Sejak awal pertandingan, Nerazzurri menunjukkan tekanan tinggi. Pada menit ke-14, Marcus Thuram berhasil menyundul bola dari umpan Federico Dimarco ke dalam kotak penalti, mencetak gol pembuka bagi Inter. Tak lama setelahnya, pada menit ke-35, Lautaro Martínez memanfaatkan umpan lebar Denzel Dumfries untuk menambah keunggulan menjadi 2-0. Kedua gol tersebut memastikan Inter mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Susunan pemain dan taktik
Inter Milan menurunkan formasi 3-5-2 dengan penjaga gawang Josep Martínez, tiga bek tengah (Alessandro Bastoni, Manuel Akanji, Yann Bisseck), serta gelandang sayap yang kuat: Federico Dimarco, Nicolo Barella, Piotr Zielinski, Petar Sucic, dan Denzel Dumfries. Lini depan diisi oleh Marcus Thuram dan Lautaro Martínez. Sementara Lazio menurunkan formasi 4-3-3, dipimpin oleh kiper Edoardo Motta, empat bek (Adam Marusic, Mario Gila, Alessio Romagnoli, Nuno Tavares), tiga gelandang tengah (Kenneth Taylor, Patric, Toma Basic) dan tiga penyerang (Gustav Isaksen, Tijjani Noslin, Mattia Zaccagni).
Makna ganda gelar bagi Inter Milan
Keberhasilan Inter di Coppa Italia menandai pencapaian double winner pertama sejak era José Mourinho pada 2010. Pelatih Cristian Chivu, mantan bek Inter dan bagian dari skuad legendaris yang meraih treble pada 2010, kini menambah sejarah pribadi dengan menambah satu trofi lagi sebagai pelatih. Dengan Scudetto yang telah dipastikan pada 3 Mei 2026, gelar Coppa Italia melengkapi sepuluh trofi Coppa Italia dalam sejarah klub, menjadikan Inter sebagai tim tersukses kedua di kompetisi tersebut setelah Juventus.
Dampak pada kompetisi Eropa
Kemenangan ini juga berimplikasi pada alokasi tempat bagi klub Italia di kompetisi antarklub Eropa musim depan. Karena Inter, yang sekaligus merupakan juara Serie A, telah mengamankan tempat di Liga Champions, slot Coppa Italia yang biasanya memberikan hak masuk ke Liga Europa kini beralih ke tim peringkat kelima dan keenam Serie A. Selain itu, tim peringkat ketujuh, Atalanta, kini memperoleh kesempatan berkompetisi di Liga Konferensi Eropa melalui babak playoff. Dengan demikian, Italia akan menurunkan tujuh wakil ke kompetisi Eropa pada musim 2026-2027.
Reaksi dan perspektif
Setelah pertandingan, Cristian Chivu mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi tim: “Kami tetap rendah hati, namun kebahagiaan ini tak ternilai. Double winner adalah tujuan utama kami sejak awal musim.” Di sisi lain, Maurizio Sarri, pelatih Lazio, mengakui bahwa final menjadi kesempatan terakhir bagi timnya untuk menutup musim dengan trofi setelah perjuangan berat di Serie A.
Atmosfer di Stadio Olimpico dipenuhi sorakan penonton kedua kubu, namun dominasi Inter tetap terlihat jelas melalui penguasaan bola dan tekanan ofensif yang konsisten. Pada babak kedua, Lazio sempat menekan dengan tembakan keras Boulaye Dia yang berhasil diselamatkan oleh kiper Inter Josep Martínez.
Dengan hasil 2-0, Inter Milan tidak hanya menambah koleksi trofi, tetapi juga menegaskan kembali era kejayaan baru di bawah kepemimpinan Cristian Chivu. Sementara itu, Lazio harus menerima kegagalan dan menyiapkan diri untuk kompetisi domestik serta kemungkinan partisipasi di Liga Konferensi Eropa.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet