LintasWarganet.com – 02 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Selasa malam, 2 Juni 2026, mengangkat Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka perombakan struktural lembaga tersebut.
Mayjen Trenggono menempuh pendidikan militer di Akademi Militer (AKMIL) angkatan 1993, lulus dengan predikat yang menonjol. Setelah itu, ia meniti karier di TNI Angkatan Darat, memegang sejumlah jabatan penting baik di bidang operasional maupun administrasi.
- 1993–1995: Lulusan AKMIL, ditugaskan sebagai perwira pertama di satuan infanteri.
- 2000–2005: Memimpin Batalyon Infanteri di wilayah strategis, mengembangkan program kebugaran fisik prajurit.
- 2010–2015: Kepala Dinas Kesehatan Militer, bertanggung jawab atas program gizi dan kesehatan tentara.
- 2018–2022: Deputi Kepala Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia TNI, mengintegrasikan kebijakan gizi dalam pelatihan prajurit.
- 2023–2026: Sekretaris Utama Dinas Kesehatan TNI, mengawasi program gizi nasional bagi anggota militer.
Penunjukan ini menandai peralihan Mayjen Trenggono dari lingkup militer ke arena kebijakan publik sipil. Sebagai Wakil Kepala BGN, ia diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman panjang dalam manajemen kesehatan militer untuk memperkuat program gizi nasional, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
BGN, yang berada di bawah Kementerian Kesehatan, memiliki mandat mengawasi kebijakan, program, dan regulasi terkait gizi di seluruh Indonesia. Tantangan utama yang dihadapi lembaga antara lain tingginya prevalensi stunting, anemia, dan kekurangan mikronutrien. Dengan latar belakang militer yang menekankan disiplin, logistik, dan koordinasi lintas sektoral, Mayjen Trenggono diyakini dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan program gizi, mempercepat distribusi suplemen, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga swadaya, dan sektor swasta.
Selain keahlian teknis, Mayjen Trenggono dikenal memiliki jaringan luas di kalangan pejabat pertahanan dan kesehatan, yang dapat memperlancar kolaborasi inter‑instansi. Ia juga pernah mengikuti pelatihan lanjutan di bidang gizi dan kesehatan masyarakat di luar negeri, memperkaya perspektif kebijakan berbasis evidence.
Harapan publik terhadap penunjukan ini cukup tinggi, mengingat tingginya angka gizi buruk di beberapa provinsi Indonesia. Pemerintah berharap kehadiran Mayjen Trenggono dapat mempercepat pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) terkait gizi pada tahun 2030.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet