Ini Daftar Lengkap 42 Pesawat AS yang Dihancurkan Iran
Ini Daftar Lengkap 42 Pesawat AS yang Dihancurkan Iran

Ini Daftar Lengkap 42 Pesawat AS yang Dihancurkan Iran

LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Congress of the United States baru-baru ini mengumumkan bahwa sebanyak 42 pesawat militernya telah hancur dalam serangkaian serangan bersamaan ke wilayah Iran. Serangan tersebut dimulai pada 28 Februari 2026 dan melibatkan unsur udara, darat, serta siber yang dipimpin oleh koalisi internasional.

Jenis Pesawat Jumlah
F-22 Raptor 5
F-35 Lightning II 4
F-15 Eagle 6
F-16 Fighting Falcon 8
AH-64 Apache (Helikopter Serang) 3
C-130 Hercules (Transport) 7
KC-135 Stratotanker (Pengisian Bahan Bakar) 3
MQ-9 Reaper (Drone) 2

Serangan yang diluncurkan secara bersamaan menargetkan pangkalan militer Iran di wilayah strategis, termasuk instalasi pertahanan udara dan pangkalan logistik. Operasi tersebut diklaim berhasil menetralkan sistem pertahanan Iran, namun menimbulkan pertanyaan serius mengenai eskalasi konflik di Timur Tengah.

Reaksi pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran kedaulatan dan menyiapkan balasan militer. Sementara itu, para analis militer menilai bahwa kehilangan 42 pesawat, terutama jet tempur generasi terbaru, dapat mengurangi kemampuan operasional Angkatan Udara Amerika Serikat di kawasan tersebut selama beberapa bulan ke depan.

Dalam pernyataannya, juru bicara Kongres menekankan bahwa tindakan ini diambil sebagai respons terhadap dugaan program nuklir Iran yang dianggap mengancam keamanan regional. Ia menambahkan bahwa pemerintah AS akan terus memantau situasi dan menyiapkan langkah-langkah tambahan jika diperlukan.

Penghancuran pesawat-pesawat ini juga menimbulkan dampak logistik yang signifikan. Beberapa unit logistik kini harus mengandalkan pesawat pengganti yang belum sepenuhnya tersedia, sehingga menunda operasi bantuan kemanusiaan dan patroli keamanan di wilayah sekitarnya.

Secara keseluruhan, insiden ini menandai salah satu episode paling intens dalam hubungan militer antara Amerika Serikat dan Iran sejak akhir 2010-an. Ke depan, para pengamat memperkirakan bahwa diplomasi akan memainkan peran kunci untuk mencegah konflik yang lebih luas.