LintasWarganet.com – 18 April 2026 | Para pemimpin Eropa pada Sabtu menekankan pentingnya membuka kembali Selat Hormuz sesegera mungkin, mengingat peran strategis selat tersebut dalam perdagangan minyak dunia.
Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, bersama Menteri Luar Negeri Prancis, Stéphane Séjourné, mengusulkan sebuah misi bersama untuk memastikan keamanan navigasi dan mengurangi ketegangan yang telah memengaruhi jalur pelayaran sejak awal tahun ini.
Misi yang diusulkan meliputi:
- Pengiriman tim inspeksi teknis untuk menilai kerusakan infrastruktur pelabuhan di kedua tepi selat.
- Koordinasi dengan otoritas maritim Iran dan negara-negara Teluk untuk menetapkan prosedur standar keamanan kapal.
- Pemantauan intensif menggunakan pesawat patroli dan satelit untuk mendeteksi potensi ancaman.
- Dialog diplomatik berkelanjutan antara Inggris, Prancis, dan negara-negara lain yang berkepentingan, termasuk Amerika Serikat.
Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian insiden penyerangan kapal tanker oleh milisi yang diduga didukung Iran, yang menyebabkan penurunan drastis lalu lintas minyak melalui selat tersebut. Penutupan parsial atau total Selat Hormuz dapat menimbulkan gangguan pada pasokan energi global, mengingat lebih dari seperempat produksi minyak dunia melewati jalur ini.
Para pemimpin juga menekankan bahwa misi ini akan dilaksanakan “segera saat kondisi memungkinkan”, artinya tidak ada batas waktu tertentu, melainkan tergantung pada stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Jika berhasil, misi Inggris‑Prancis diharapkan dapat membuka kembali jalur perdagangan, menurunkan harga minyak, dan menurunkan ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet