LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia dan Presiden Federasi Etiopia menegaskan kembali tekad kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis dalam rangka meningkatkan kerja sama lintas sektor. Pertemuan bilateral yang dilaksanakan di Addis Ababa ini menandai momentum penting dalam hubungan kedua negara sebagai bagian dari komunitas negara‑negara berkembang.
Kedua pemimpin menyoroti kesamaan visi dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan, memperluas perdagangan, serta memperkuat sektor pendidikan dan teknologi. Mereka sepakat untuk meninjau kembali perjanjian perdagangan yang ada dan membuka peluang investasi baru, khususnya di bidang pertanian, energi terbarukan, dan infrastruktur.
Berikut ini poin‑poin utama yang disepakati dalam pertemuan tersebut:
- Perdagangan: Target peningkatan volume perdagangan bilateral sebesar 20% dalam lima tahun ke depan, dengan fokus pada ekspor komoditas pertanian Indonesia seperti kopi, kakao, dan rempah‑rempah ke pasar Etiopia, serta impor produk pertanian organik Etiopia ke Indonesia.
- Investasi: Pembentukan forum investasi bersama untuk memfasilitasi perusahaan Indonesia yang ingin beroperasi di Etiopia, terutama di sektor energi panas bumi, telekomunikasi, dan transportasi.
- Pendidikan dan Kebudayaan: Penandatanganan protokol kerja sama universitas guna meningkatkan pertukaran mahasiswa dan dosen, serta program beasiswa bilateral.
- Teknologi dan Inovasi: Kolaborasi dalam riset pertanian berkelanjutan dan digitalisasi layanan publik, dengan dukungan lembaga riset kedua negara.
- Pariwisata: Promosi paket wisata bersama untuk meningkatkan aliran wisatawan, memanfaatkan keunikan budaya dan alam masing‑masing.
Presiden Indonesia menekankan bahwa kemitraan strategis ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas politik di forum internasional seperti Perserikatan Bangsa‑Bangsa dan Gerakan Non‑Blok. Sementara itu, Presiden Etiopia menambahkan bahwa kerja sama ini akan membantu mempercepat pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan di kedua negara.
Selanjutnya, kedua negara sepakat untuk membentuk tim kerja gabungan yang akan menyusun rencana aksi konkrit, serta melaporkan kemajuan secara periodik kepada masing‑masing kementerian terkait.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet