Indef: Kenaikan BI Rate Jadi 5,75% Tunjukkan Tekanan Kuat pada Rupiah
Indef: Kenaikan BI Rate Jadi 5,75% Tunjukkan Tekanan Kuat pada Rupiah

Indef: Kenaikan BI Rate Jadi 5,75% Tunjukkan Tekanan Kuat pada Rupiah

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Ekonom terkemuka Indef menilai keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuannya menjadi 5,75 persen sebagai sinyal kuat bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih signifikan. Kebijakan ini diambil setelah inflasi tetap berada di atas target dan pasar valuta asing menunjukkan volatilitas tinggi.

Berikut beberapa faktor utama yang menjadi pertimbangan Indef:

  • Inflasi yang belum terkendali: Tingkat inflasi konsumen masih berada di atas 4 persen, menuntut langkah moneter yang lebih ketat.
  • Arus keluar modal: Investor asing terus menjual aset berdenominasi rupiah, memperburuk tekanan jual pada mata uang lokal.
  • Kebijakan global: Kenaikan suku bunga di negara maju, terutama Amerika Serikat, memperlebar selisih suku bunga dan meningkatkan daya tarik aset dolar.

Indef menekankan bahwa meski kenaikan BI Rate dapat menahan laju depresiasi rupiah dalam jangka pendek, tekanan struktural masih tinggi. Ia memperkirakan nilai tukar rupiah dapat tetap berada di kisaran Rp15.000‑Rp15.500 per dolar AS selama beberapa bulan ke depan, tergantung pada perkembangan inflasi dan aliran modal.

Berikut rangkuman kebijakan BI terbaru:

Periode BI Rate
Februari 2024 5,00%
Maret 2024 5,75%

Indef juga mengingatkan bahwa kebijakan suku bunga tidak dapat berdiri sendiri. Kebijakan fiskal, reformasi struktural, serta peningkatan produktivitas harus selaras untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.

Pengamat pasar menilai bahwa jika inflasi berhasil diturunkan ke bawah target dalam kuartal berikutnya, BI dapat mempertimbangkan stabilisasi suku bunga. Sebaliknya, jika tekanan pada rupiah terus berlanjut, kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan.