Imbas Konflik AS‑Iran, Bahlil Minta Masyarakat Hemat Gas LPG: Kalau Masakannya Sudah Matang, Jangan Boros Gas
Imbas Konflik AS‑Iran, Bahlil Minta Masyarakat Hemat Gas LPG: Kalau Masakannya Sudah Matang, Jangan Boros Gas

Imbas Konflik AS‑Iran, Bahlil Minta Masyarakat Hemat Gas LPG: Kalau Masakannya Sudah Matang, Jangan Boros Gas

LintasWarganet.com – 27 Maret 2026 | Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah serangkaian insiden militer di wilayah Teluk Persia. Konflik ini tidak hanya menimbulkan risiko keamanan regional, tetapi juga menimbulkan guncangan pada pasar energi global, termasuk pasokan LPG (Liquefied Petroleum Gas) di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Tanjung, pada Jumat (27/03/2024) menegaskan pentingnya penggunaan energi secara bijak di tengah situasi yang tidak menentu. Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menghemat konsumsi LPG, terutama pada saat memasak, dengan mengadopsi kebiasaan menutup kompor setelah makanan matang.

Minggu Harga LPG (Rp/kg)
Minggu 1 14.800
Minggu 2 15.300
Minggu 3 15.600

Dengan kenaikan tersebut, Bahlil menekankan tiga langkah praktis yang dapat diterapkan rumah tangga untuk mengurangi konsumsi gas:

  • Matikan kompor segera setelah masakan mencapai tingkat kematangan yang diinginkan; jangan membiarkan api terus menyala.
  • Gunakan penutup panci yang sesuai agar panas terjaga lebih lama, sehingga waktu memasak dapat dipersingkat.
  • Sesuaikan ukuran api dengan volume makanan; api besar hanya diperlukan untuk mendidihkan air atau menggoreng cepat.

Ia menambahkan, “Jika masyarakat dapat mengimplementasikan kebiasaan sederhana ini, beban pada jaringan distribusi LPG nasional akan berkurang, sekaligus mengurangi tekanan pada harga yang terus naik akibat faktor eksternal.”

Pemerintah juga sedang mempercepat diversifikasi sumber energi, termasuk peningkatan impor LPG dari negara-negara non‑Timur Tengah dan pengembangan fasilitas pemrosesan LPG dalam negeri. Upaya ini diharapkan dapat menstabilkan pasokan serta mengurangi ketergantungan pada wilayah yang rawan konflik.

Para ahli energi menilai bahwa selain menghemat LPG, konsumen sebaiknya mempertimbangkan penggunaan alternatif energi seperti listrik berbasis energi terbarukan bila memungkinkan, guna mengurangi beban pada sektor gas sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *