IHSG Tertekan ke Level 5.890, Ekonom INDEF Sebut Pasar Sedang dalam Fase Risk-Off
IHSG Tertekan ke Level 5.890, Ekonom INDEF Sebut Pasar Sedang dalam Fase Risk-Off

IHSG Tertekan ke Level 5.890, Ekonom INDEF Sebut Pasar Sedang dalam Fase Risk-Off

LintasWarganet.com – 04 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terjepit di level 5.890 pada sesi perdagangan terakhir, mencerminkan tekanan yang signifikan dari sentimen pasar baik secara global maupun domestik. Penurunan ini terjadi di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu, kebijakan moneter internasional yang ketat, serta data ekonomi dalam negeri yang menunjukkan pertumbuhan melambat.

Beberapa faktor kunci yang memicu kondisi risk-off di pasar Indonesia antara lain:

  • Ketegangan geopolitik: Konflik regional dan kebijakan proteksionis meningkatkan ketidakpastian bagi arus modal.
  • Kebijakan suku bunga global: Bank sentral utama, termasuk Federal Reserve, mempertahankan atau menaikkan suku bunga, menekan likuiditas global.
  • Data ekonomi domestik: Pertumbuhan sektor manufaktur dan konsumsi rumah tangga menunjukkan perlambatan, menurunkan ekspektasi profit perusahaan.
  • Fluktuasi nilai tukar: Rupiah mengalami tekanan terhadap dolar, menambah beban bagi perusahaan yang mengimpor bahan baku.

Dalam jangka pendek, para analis memprediksi volatilitas akan tetap tinggi, dengan potensi pergerakan harga saham yang lebih lebar. Namun, mereka juga menekankan bahwa pasar Indonesia memiliki fundamental yang kuat, didukung oleh cadangan devisa yang memadai dan kebijakan fiskal yang relatif stabil.

Para pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan indikator makroekonomi terbaru, kebijakan moneter Bank Indonesia, serta perkembangan geopolitik global sebelum mengambil keputusan investasi. Diversifikasi portofolio dan pemilihan saham dengan profil risiko lebih rendah dapat menjadi strategi mitigasi dalam fase risk-off ini.