IHSG Melemah 0,56% dalam Sepekan, Proyeksi Penurunan Lanjutan pada Senin 30 Maret 2026
IHSG Melemah 0,56% dalam Sepekan, Proyeksi Penurunan Lanjutan pada Senin 30 Maret 2026

IHSG Melemah 0,56% dalam Sepekan, Proyeksi Penurunan Lanjutan pada Senin 30 Maret 2026

LintasWarganet.com – 02 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan sebesar 0,56% selama seminggu terakhir, menandakan tekanan berkelanjutan pada pasar ekuitas Indonesia. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan koreksi tajam pada perdagangan 2 April 2026, dimana IHSG terpangkas hampir 1% dalam satu sesi. Analis pasar menilai bahwa sentimen negatif masih menguasai, terutama menjelang pembukaan kembali pasar pada Senin, 30 Maret 2026.

Rekapitulasi Pergerakan Mingguan

Selama tujuh hari terakhir, IHSG bergerak turun dari level 7.190 ke 7.150, mencatat kerugian bersih 0,56%. Penurunan tersebut dipicu oleh kombinasi faktor eksternal, termasuk melemahnya indeks saham utama di Asia Pasifik, serta tekanan pada dolar AS yang menguat terhadap rupiah pada kisaran 16.959 per dolar.

Data perdagangan pada 2 April menunjukkan bahwa IHSG dibuka turun 31,32 poin menjadi 7.153,11 dan pada pukul 09.31 WIB menurun lebih jauh 1,11% ke 7.105,19. Pada sesi tersebut, indeks LQ45 juga turun 0,87% ke 720,77. Sebanyak 352 saham mengalami penurunan, sementara hanya 199 saham yang menguat, menciptakan tekanan jual yang signifikan.

Performansi Sektor

Mayoritas sektor menunjukkan kelemahan, kecuali sektor konsumen siklikal yang berhasil menguat 1,06%. Rincian penurunan sektor utama adalah sebagai berikut:

  • Energi: -0,91%
  • Basic Materials: -2,07%
  • Industri: -2,50%
  • Consumer Non‑Siklikal: -0,31%
  • Kesehatan: -0,56%
  • Keuangan: -0,26%
  • Properti: -0,44%
  • Teknologi: -1,50%
  • Infrastruktur: -2,28%
  • Transportasi: -0,10%

Saham CDIA menjadi contoh saham yang berkontribusi pada penurunan sektor, dengan penurunan 2,92% pada sesi pembukaan, menandai tekanan tambahan pada nilai transaksi harian yang mencapai Rp 3,2 triliun.

Proyeksi untuk Senin, 30 Maret 2026

Para analis, termasuk BNI Sekuritas, memproyeksikan IHSG dapat melanjutkan penurunan antara 0,3% hingga 0,5% pada pembukaan Senin. Faktor-faktor yang mendasari proyeksi tersebut meliputi:

  1. Kekhawatiran atas kebijakan moneter Federal Reserve yang dapat memperkuat dolar AS.
  2. Data inflasi di kawasan Asia yang menunjukkan tekanan harga tetap tinggi.
  3. Ketidakpastian geopolitik di wilayah Indo‑Pasifik yang masih memengaruhi arus modal.

Jika tekanan eksternal tetap, sektor yang paling rentan kemungkinan akan tetap berada pada industri, infrastruktur, dan teknologi, sementara sektor konsumen siklikal dapat menjadi satu‑satunya penyokong yang memberi sedikit dukungan pada indeks.

Strategi Investor

Investor disarankan untuk menerapkan pendekatan defensif, memfokuskan portofolio pada saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Diversifikasi ke sektor konsumen siklikal dan keuangan yang menunjukkan penurunan moderat dapat membantu mengurangi volatilitas. Selain itu, pemantauan ketat terhadap data ekonomi AS dan kebijakan Bank Indonesia akan menjadi kunci dalam menilai arah pasar dalam beberapa hari ke depan.

Secara keseluruhan, minggu ini menegaskan bahwa pasar saham Indonesia berada dalam fase koreksi, dengan tekanan jual yang masih dominan. Menjelang Senin, 30 Maret 2026, pelaku pasar harus siap menghadapi kemungkinan penurunan lebih lanjut, sambil mencari peluang beli pada saham-saham yang diperdagangkan di level undervalued.