LintasWarganet.com – 04 Mei 2026 | Iduladha, yang secara resmi dikenal sebagai Hari Raya Iduladha, sering disamakan dengan “Hari Raya Haji”. Kesamaan tersebut muncul karena perayaan Iduladha bertepatan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji, khususnya pada hari kesepuluh bulan Dzulhijjah.
Berikut poin‑poin utama yang menjelaskan hubungan serta perbedaan keduanya:
- Waktu pelaksanaan: Haji dilaksanakan selama lima hari, dimulai dari 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah. Iduladha jatuh pada 10 Dzulhijjah, hari di mana jamaah haji menyembelih hewan kurban.
- Ritual utama: Pada hari Iduladha, semua jamaah haji melakukan penyembelihan kurban (qurban) sebagai bagian dari rangkaian ibadah. Umat Islam di seluruh dunia juga melaksanakan qurban pada hari yang sama, meski tidak menunaikan haji.
- Keutamaan: Menyembelih hewan pada Iduladha dianggap sebagai amalan yang sangat dianjurkan, karena Nabi Muhammad SAW mencontohkan qurban pada hari tersebut. Namun, ibadah haji tetap merupakan rukun Islam yang terpisah dan wajib bagi yang mampu.
- Partisipasi: Setiap Muslim yang mampu dapat melakukan qurban pada Iduladha tanpa harus menunaikan haji. Sebaliknya, hanya mereka yang telah menunaikan haji yang berhak menyebut diri “haji”.
Dengan demikian, meskipun Iduladha dan haji berbagi hari yang sama dalam kalender Hijriah, keduanya tidak identik. Iduladha menandai momen qurban yang dapat dilaksanakan oleh seluruh umat Islam, sedangkan haji merupakan rangkaian ibadah khusus di Mekah yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang memenuhi syarat fisik, finansial, dan mental.
Peringatan Iduladha menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat rasa solidaritas melalui kurban, sekaligus mengingatkan akan pentingnya menunaikan haji bagi yang berkesempatan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet