Hoaks! Prabowo Instruksikan Anak Sekolah Main DOTA, Ini Klarifikasi Resmi
Hoaks! Prabowo Instruksikan Anak Sekolah Main DOTA, Ini Klarifikasi Resmi

Hoaks! Prabowo Instruksikan Anak Sekolah Main DOTA, Ini Klarifikasi Resmi

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Baru-baru ini beredar unggahan di media sosial yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perintah kepada anak-anak sekolah untuk bermain game DOTA (Defense of the Ancients). Klaim tersebut cepat menyebar dan menimbulkan kegemparan di kalangan netizen, terutama karena menyangkut kebijakan pendidikan dan penggunaan waktu luang generasi muda.

Setelah melakukan pengecekan, kantor berita Antara menemukan bahwa tidak ada bukti otentik yang mendukung pernyataan tersebut. Postingan yang menjadi sumber hoaks itu ternyata merupakan rekayasa teks dengan mengutip nama Presiden secara tidak tepat, tanpa ada dokumen resmi atau pernyataan tertulis yang dapat diverifikasi.

Berikut ini rangkaian verifikasi yang dilakukan:

  • Sumber asli: Unggahan di Facebook yang tidak menyertakan tautan ke pernyataan resmi atau dokumen pemerintah.
  • Penelusuran jejak digital: Tidak ditemukan rekaman video, siaran pers, atau catatan agenda resmi Presiden Prabowo yang memuat instruksi tersebut.
  • Respon Kementerian Pendidikan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengonfirmasi tidak ada kebijakan atau arahan apa pun yang mengharuskan siswa bermain game DOTA dalam konteks pendidikan.

Selain itu, pihak istana menegaskan bahwa Presiden Prabowo selalu menekankan pentingnya fokus belajar dan mengembangkan kemampuan akademik serta non‑akademik yang produktif. Tidak ada catatan bahwa beliau pernah mengeluarkan perintah yang berlawanan dengan prinsip tersebut.

Fenomena penyebaran hoaks semacam ini memang tidak baru di era digital. Kecepatan penyebaran informasi di platform seperti Facebook, Instagram, dan TikTok memungkinkan berita tidak terverifikasi menjadi viral dalam hitungan menit. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu memeriksa keabsahan sumber sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah klaim.

Langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari penyebaran hoaks meliputi:

  1. Mengecek kredibilitas akun atau media yang memuat berita.
  2. Mencari konfirmasi melalui situs resmi pemerintah atau lembaga terkait.
  3. Menggunakan layanan fact‑checking yang tersedia secara publik.
  4. Berhati‑hati dalam membagikan konten yang menyinggung tokoh publik atau kebijakan penting.

Dengan demikian, klaim bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan anak sekolah untuk bermain DOTA dapat dipastikan sebagai informasi palsu yang tidak memiliki dasar faktual.