Hari Lahir Pancasila, Prabowo Soroti Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi
Hari Lahir Pancasila, Prabowo Soroti Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi

Hari Lahir Pancasila, Prabowo Soroti Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi

LintasWarganet.com – 01 Juni 2026 | Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyoroti isu ketimpangan pertumbuhan ekonomi yang masih melekat pada struktur perekonomian Indonesia. Dalam sambutan yang disampaikan kepada pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat, Prabowo menekankan pentingnya introspeksi kebijakan fiskal dan pengelolaan sumber daya alam untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah negara.

Wilayah Pertumbuhan PDB 2025 (%)
Jawa Barat 6,8
Jawa Tengah 5,9
Sumatra Utara 4,3
Papua 2,1
Kalimantan Timur 3,5

Data tersebut menunjukkan bahwa provinsi yang kaya akan sumber daya alam seperti Papua dan Kalimantan Timur masih tertinggal dalam hal pertumbuhan ekonomi dibandingkan daerah industri utama. Prabowo menilai bahwa hal ini bukan semata-mata masalah geografis, melainkan indikasi kurang optimalnya kebijakan distribusi hasil sumber daya alam.

Dalam rangka menutup kesenjangan tersebut, Prabowo mengusulkan beberapa langkah konkret:

  • Penerapan mekanisme bagi hasil yang lebih adil antara pemerintah pusat dan daerah penyumbang sumber daya alam.
  • Peningkatan investasi pada infrastruktur dan pendidikan di wilayah dengan pertumbuhan rendah.
  • Penguatan regulasi lingkungan untuk memastikan eksploitasi sumber daya alam berkelanjutan sekaligus menciptakan lapangan kerja lokal.
  • Pembentukan dana khusus yang dikelola secara transparan untuk mengalokasikan sebagian pendapatan dari sektor pertambangan dan energi ke program pembangunan daerah.

Prabowo menutup pidatonya dengan mengingat kembali nilai-nilai Pancasila yang menekankan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan. Ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, untuk bersama‑sama mewujudkan ekonomi yang inklusif, sehingga peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum perubahan nyata.