Harga minyak melonjak 8 persen imbas Trump ancam blokade Selat Hormuz
Harga minyak melonjak 8 persen imbas Trump ancam blokade Selat Hormuz

Harga minyak melonjak 8 persen imbas Trump ancam blokade Selat Hormuz

LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Pada hari ini, harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam sebesar 8 persen setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kemungkinan pemblokiran jalur laut strategis Selat Hormuz. Selat ini menjadi salah satu titik penyumbang utama pasokan minyak global, sehingga ancaman tersebut menimbulkan kepanikan di pasar energi.

Lonjakan harga terpantau pada indeks harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI), yang masing-masing naik sekitar 8 persen dalam waktu singkat. Kenaikan tersebut memicu diskusi intens di antara para analis mengenai stabilitas pasokan minyak serta dampaknya terhadap inflasi dan biaya produksi di berbagai sektor.

Beberapa faktor utama yang memicu reaksi pasar antara lain:

  • Ancaman blokade yang dapat memotong sekitar 20 persen pasokan minyak dunia yang melintasi Selat Hormuz setiap hari.
  • Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memperburuk persepsi risiko bagi investor.
  • Respons cepat OPEC+ yang berjanji untuk meninjau kebijakan produksi guna menstabilkan pasar.

Para pelaku pasar menilai bahwa jika blokade benar-benar terjadi, harga minyak dapat melampaui level $100 per barel dalam beberapa minggu ke depan. Dampaknya diproyeksikan akan dirasakan oleh konsumen akhir melalui kenaikan harga bahan bakar, tarif transportasi, serta biaya produksi barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Bank sentral dan lembaga keuangan internasional juga mencermati situasi ini, mengingat fluktuasi harga energi dapat mempengaruhi kebijakan moneter dan pertumbuhan ekonomi global. Sementara itu, pemerintah Indonesia mengawasi perkembangan tersebut untuk menilai implikasinya terhadap impor energi negara.