Harga Energi Melejit Terdampak Selat Hormuz, Indonesia Dipaksa Percepat Transisi Energi Bersih
Harga Energi Melejit Terdampak Selat Hormuz, Indonesia Dipaksa Percepat Transisi Energi Bersih

Harga Energi Melejit Terdampak Selat Hormuz, Indonesia Dipaksa Percepat Transisi Energi Bersih

LintasWarganet.com – 17 Mei 2026 | Ketegangan yang berkepanjangan di Selat Hormuz, jalur penyeluran utama bagi lebih dari tiga perempat minyak dunia, telah memicu lonjakan harga energi global. Kenaikan tersebut tidak hanya dirasakan oleh negara‑negara pengimpor, melainkan juga menekan perekonomian Indonesia yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas.

Data pasar menunjukkan bahwa sejak awal tahun, harga minyak mentah Brent melonjak di atas US$85 per barrel, sementara harga minyak Duri melaju mendekati US$80 per barrel. Kenaikan ini mengakibatkan biaya produksi, transportasi, dan harga barang konsumen naik secara signifikan.

Komoditas Harga (USD/barrel)
Minyak Brent 85
Minyak Duri 80

Untuk mengurangi dampak ekonomi, pemerintah Indonesia kini mempercepat agenda transisi energi bersih. Rencana utama mencakup peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan angin, memperluas jaringan listrik nasional, serta memperkuat kebijakan insentif bagi investasi energi terbarukan.

Langkah-langkah strategis yang diusulkan meliputi:

  • Peningkatan target bauran energi terbarukan menjadi 23% pada 2025.
  • Penerapan skema tarif listrik khusus untuk proyek energi bersih.
  • Pembiayaan melalui green bonds dan kerja sama dengan lembaga keuangan internasional.
  • Pengembangan infrastruktur penyimpanan energi untuk mengatasi intermitensi sumber terbarukan.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber energi, termasuk pengembangan bioenergi, hidrogen hijau, dan peningkatan efisiensi energi di sektor industri.

Para pakar menilai bahwa percepatan transisi energi tidak hanya akan menurunkan ketergantungan pada impor minyak, tetapi juga dapat mengurangi emisi karbon Indonesia, sejalan dengan komitmen negara dalam perjanjian iklim Paris.