Harga Avtur Melonjak, INACA Desak Pemerintah Naikkan Biaya Fuel Surcharge dan Tarif Batas Atas Penerbangan
Harga Avtur Melonjak, INACA Desak Pemerintah Naikkan Biaya Fuel Surcharge dan Tarif Batas Atas Penerbangan

Harga Avtur Melonjak, INACA Desak Pemerintah Naikkan Biaya Fuel Surcharge dan Tarif Batas Atas Penerbangan

LintasWarganet.com – 02 April 2026 | Harga avtur (bahan bakar aviasi) mengalami lonjakan signifikan hingga 70 % pada tahun 2026, menimbulkan tekanan berat bagi maskapai penerbangan domestik. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi faktor global, termasuk naiknya harga minyak mentah, gangguan rantai pasok, serta kebijakan penyesuaian pajak di beberapa negara produsen.

Menanggapi situasi tersebut, Ikatan Nasional Perusahaan Penerbangan (INACA) secara terbuka menuntut pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan tarif batas atas serta menambah besaran fuel surcharge pada tiket pesawat. Menurut pernyataan resmi INACA, langkah ini diperlukan untuk menjaga kelangsungan operasional maskapai dan mencegah potensi pemutusan layanan di rute-rute strategis.

  • Fuel surcharge diharapkan naik minimal 15 % untuk menutupi sebagian besar biaya bahan bakar.
  • Tarif batas atas penerbangan domestik perlu disesuaikan naik 10-12 % agar maskapai tidak mengalami kerugian.
  • Pemerintah diminta memberikan insentif pajak atau subsidi sementara bagi maskapai yang paling terdampak.

Berikut perkiraan perubahan biaya avtur dan dampaknya terhadap tarif tiket:

Tahun Kenaikan Harga Avtur Estimasi Penyesuaian Fuel Surcharge Estimasi Kenaikan Tarif
2024 +20 % +5 % +3 %
2025 +45 % +10 % +7 %
2026 +70 % +15 % +10-12 %

Para pakar ekonomi transportasi menilai bahwa tanpa penyesuaian regulasi, maskapai dapat terpaksa mengurangi frekuensi penerbangan atau menutup rute yang tidak menguntungkan. Hal ini berpotensi menurunkan konektivitas wilayah dan mengganggu mobilitas penumpang.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan masih menimbang usulan INACA. Menteri Perhubungan menyatakan bahwa kebijakan tarif batas atas harus mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlanjutan industri penerbangan. Diskusi lanjutan dijadwalkan dalam rapat koordinasi bersama regulator dan asosiasi maskapai pada kuartal berikutnya.

Jika usulan kenaikan fuel surcharge dan tarif batas atas disetujui, konsumen kemungkinan akan merasakan peningkatan harga tiket, namun diharapkan stabilitas operasional maskapai dapat terjaga, sehingga layanan penerbangan tetap tersedia secara luas.