Hampir Sebulan Kritis, Kopral Rico Pramudia Meninggal Dunia Pasca Serangan Israel di Lebanon Selatan

LintasWarganet.com – 24 April 2026 | Kopral Rico Pramudia, prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas dalam misi penjagaan perbatasan Lebanon Selatan, resmi dinyatakan meninggal dunia pada 20 April 2024 setelah menjalani perawatan intensif selama hampir sebulan.

Rico Pramudia terdampak pada serangan balistik yang dilancarkan Israel pada 21 Maret 2024, menargetkan pos militer di daerah perbatasan yang dikuasai pasukan PBB dan TNI. Ledakan tersebut menewaskan dua prajurit TNI sekaligus melukai beberapa personel lainnya, termasuk Kopral Rico yang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Militer di Beirut.

Selama masa perawatan, tim medis melaporkan kondisi Rico dalam keadaan kritis dengan komplikasi luka bakar dan trauma kepala. Upaya penyelamatan terus dilakukan, namun komplikasi medis semakin memburuk hingga akhirnya dokter memutuskan untuk menghentikan penanganan resusitasi pada pagi hari tanggal 20 April.

  • 21 Maret 2024: Serangan Israel di Lebanon Selatan menewaskan dua tentara TNI.
  • 22 Maret – 20 April 2024: Kopral Rico Pramudia dirawat intensif di Rumah Sakit Militer Beirut.
  • 20 April 2024: Rico Pramudia dinyatakan meninggal dunia setelah hampir sebulan kritis.

Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Rico serta seluruh korban serangan tersebut. Ia menegaskan komitmen TNI untuk tetap menjaga keamanan perbatasan meski menghadapi risiko tinggi.

Keluarga Rico Pramudia, yang berasal dari Jawa Barat, kini berada dalam proses pemakaman di tanah air. Upacara pemakaman dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan mendatang dengan kehadiran perwakilan militer dan pejabat daerah.

Kejadian ini menambah beban moral bagi pasukan TNI yang bertugas di zona konflik, sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi diplomatik antara Indonesia, Lebanon, dan pihak internasional dalam upaya melindungi personel militer di luar negeri.