Hamilton Raih Kemenangan Perdana Ferrari di Barcelona, Antonelli Terpuruk di Puncak Klasemen
Hamilton Raih Kemenangan Perdana Ferrari di Barcelona, Antonelli Terpuruk di Puncak Klasemen

Hamilton Raih Kemenangan Perdana Ferrari di Barcelona, Antonelli Terpuruk di Puncak Klasemen

LintasWarganet.com – 15 Juni 2026 | Barcelona, 14 Juni 2026 – Balapan Grand Prix Catalunya mengukir sejarah baru ketika Lewis Hamilton, yang kembali ke puncak podium setelah hampir dua tahun, menaklukkan lintasan dengan mobil Ferrari merah pertamanya. Kemenangan ini tidak hanya menambah catatan pribadi sang legenda tujuh kali juara dunia, tetapi juga mengubah dinamika klasemen pembalap, mengurangi jarak poin antara Hamilton dan pemimpin kejuaraan, Kimi Antonelli, menjadi 41 poin.

Strategi pit stop menjadi faktor penentu. Hamilton melakukan tiga pemberhentian, sementara rivalnya di Mercedes, George Russell, dan Lando Norris dari McLaren masing‑masing melakukan dua pemberhentian. Pada putaran akhir, saat Virtual Safety Car (VSC) diterapkan setelah Fernando Alonso mengalami kegagalan mesin, Hamilton memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pemberhentian ketiga. Setelah kembali ke lintasan, ia berhasil melampaui Russell dan mengamankan posisi pertama.

Kimi Antonelli, pembalap muda berusia 19 tahun yang memimpin kejuaraan sejak awal musim, sempat menempati posisi kedua pada putaran ke‑58 setelah melewati Russell. Namun, kegagalan mekanis memaksa Antonelli untuk meninggalkan lintasan pada putaran terakhir, menurunkan poinnya secara drastis. Antonelli menutup balapan di posisi keenam, sementara Charles Leclerc dari Ferrari mengalami DNF (Did Not Finish) dari posisi keenam, memindahkan Isack Hadjar ke posisi keenam dan mengangkat dua pembalap Alpine, Pierre Gasly dan Franco Colapinto, ke posisi ketujuh dan kedelapan.

Klasemen Pembalap Setelah Barcelona GP

Pos. Pembalap Tim Poin
1 Kimi Antonelli Mercedes 156
2 Lewis Hamilton Ferrari 115
3 George Russell Mercedes 106
4 Charles Leclerc Ferrari 75
5 Lando Norris McLaren 73
6 Oscar Piastri McLaren 70
7 Max Verstappen Red Bull Racing 55
8 Isack Hadjar Red Bull Racing 37
9 Pierre Gasly Alpine 32
10 Liam Lawson Racing Bulls 28
11 Franco Colapinto Alpine 19
12 Oliver Bearman Haas 18

Poin Antonelli turun dari 66 menjadi 41 poin di belakang Hamilton setelah kegagalan di Barcelona, sementara Russell menambah 12 poin, menempati posisi ketiga dengan total 106 poin. Lando Norris, yang berhasil menyalip rekan timnya Oscar Piastri pada babak akhir, kini hanya dua poin di belakang Leclerc, memperkecil jarak antara dua tim Ferrari utama.

Penalti 10 detik yang dijatuhkan kepada Franco Colapinto karena tidak memperlambat pada bendera kuning menurunkan posisinya dari kedudukan kedelapan menjadi kesepuluh dalam klasemen. Sementara itu, dua pembalap Racing Bulls, Liam Lawson dan Arvid Lindblad, memperoleh poin ekstra setelah promosi yang dihasilkan oleh DNF Antonelli dan Leclerc.

Hasil balapan secara lengkap menegaskan dominasi Hamilton pada akhir lintasan: 1. Lewis Hamilton (Ferrari) – 1:22.105, 2. George Russell (Mercedes) – 1:22.322, 3. Lando Norris (McLaren) – 1:22.401, 4. Max Verstappen (Red Bull) – 1:23.524, 5. Oscar Piastri (McLaren) – 1:23.166. Sisa posisi hingga 22 meliputi pembalap yang mengalami DNF, termasuk Charles Leclerc (posisi 15) dan Kimi Antonelli (posisi 16).

Kemenangan ini menandai babak baru bagi Hamilton, yang kini menatap peluang meraih gelar juara dunia ke‑eighth bersama Ferrari. Namun, tantangan tetap besar, mengingat Antonelli masih memimpin dengan selisih poin yang masih signifikan, meski telah tergerus. Performa konsisten dari Mercedes, terutama Russell, menambah tekanan pada tim Ferrari untuk mengoptimalkan strategi di sirkuit berikutnya.

Di luar lintasan, reaksi tim dan analis menyebutkan bahwa kemenangan Hamilton bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil kerja tim yang terkoordinasi dengan baik, termasuk keputusan pit stop yang tepat pada saat VSC. Sementara itu, Antonelli diharapkan dapat memulihkan performa dan mengatasi masalah teknis yang muncul, mengingat usia mudanya masih memberikan ruang untuk perbaikan.

Kejuaraan 2026 masih panjang, dengan beberapa Grand Prix lagi menanti di kalender. Pertarungan antara Hamilton, Antonelli, dan Russell diprediksi akan menjadi sorotan utama, terutama dengan dinamika tim Ferrari yang kini harus menyeimbangkan antara performa mobil dan strategi balap.