Haedar Nashir: Ryamizard Ryacudu Sosok Penjaga Persatuan Bangsa
Haedar Nashir: Ryamizard Ryacudu Sosok Penjaga Persatuan Bangsa

Haedar Nashir: Ryamizard Ryacudu Sosok Penjaga Persatuan Bangsa

LintasWarganet.com – 01 Juni 2026 | Ryamizard Ryacudu, mantan Panglima Angkatan Darat dan Menteri Pertahanan, meninggal dunia pada 31 Mei 2026 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, pada usia 76 tahun.

Latar Belakang dan Karier Militer

  • Lahir pada 22 Juni 1950 di Medan, Sumatera Utara.
  • Meniti karier di TNI AD sejak 1972, mengisi berbagai jabatan komando dan staf.
  • Menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tahun 2009‑2010.
  • Diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, menjabat 2019‑2024.

Kontribusi Terhadap Persatuan Nasional

  1. Menginisiasi program “Bhinneka Tunggal Ika” yang memperkuat hubungan antar‑umat beragama di wilayah rawan konflik.
  2. Mendorong reformasi struktural di Kementerian Pertahanan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
  3. Berperan aktif dalam mediasi konflik di Papua dan Maluku, memfasilitasi dialog damai antara pihak pemerintah dan kelompok bersenjata.
  4. Menjadi pelopor kerja sama pertahanan dengan negara‑negara ASEAN dalam rangka menjaga stabilitas regional.

Pernyataan Haidar Nashir

Haidar Nashir menekankan, “Ryamizard bukan hanya seorang pejabat militer atau politikus, melainkan penjaga persatuan bangsa yang selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau golongan. Kepergiannya meninggalkan kekosongan yang besar, namun warisan semangat persatuannya akan terus menginspirasi generasi mendatang.”

Berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, veteran, dan pejabat pemerintah, turut menyampaikan duka cita serta mengapresiasi dedikasi Ryamizard dalam memperkokoh integritas NKRI.

Warisan Ryamizard Ryacudu diharapkan tetap menjadi pijakan bagi kebijakan pertahanan dan persatuan yang inklusif, menjadikan Indonesia lebih kuat dalam menghadapi tantangan internal maupun eksternal.