Guéla Doué Bikin Guncangan di Laga Persahabatan: Assist Penyelamat dan Gol Penyeimbang untuk Côte d'Ivoire
Guéla Doué Bikin Guncangan di Laga Persahabatan: Assist Penyelamat dan Gol Penyeimbang untuk Côte d'Ivoire

Guéla Doué Bikin Guncangan di Laga Persahabatan: Assist Penyelamat dan Gol Penyeimbang untuk Côte d’Ivoire

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Paris, 4 Juni 2026 – Tim nasional Prancis mengalami kegagalan memulai persiapan Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Côte d’Ivoire dalam pertandingan persahabatan yang digelar di Stade de la Beaujoire, Nantes. Momen krusial terjadi pada babak kedua ketika Guéla Doué, bek kanan muda asal Prancis, menorehkan peran ganda: mencetak gol penyeimbang pada menit ke-61 dan memberikan umpan silang yang memicu gol penentu kemenangan Amad Diallo pada menit ke-84.

Jalannya Pertandingan

Pada paruh pertama, Prancis menguasai bola dan menciptakan peluang berbahaya. Rayan Cherki, gelandang Manchester City, membuka skor lewat tembakan tepat ke pojok kanan atas gawang Côte d’Ivoire tepat sebelum jeda babak pertama (45+1′). Gol tersebut memberi harapan bagi Les Bleus untuk mengamankan tiga poin sebelum turnamen utama.

Namun, setelah jeda istirahat, strategi Didier Deschamps mengalami perubahan signifikan. Pemain bintang Kylian Mbappé dikeluarkan, sementara Guéla Doué, yang biasanya berposisi bek kanan, diberikan kebebasan menyerang. Pada menit ke-61, Doué memanfaatkan ruang di sisi kanan, mengirimkan umpan silang yang diikuti oleh Nicolas Pépé. Doué kemudian menutup dengan tembakan kaki kanan ke sudut bawah kiri gawang, menyamakan kedudukan 1-1.

Assist Penyelamat untuk Amad Diallo

Setelah penyamaan skor, Côte d’Ivoire tetap menekan. Pada menit ke-84, Doué kembali menonjol dengan melakukan tendangan jauh dari kotak penalti. Bola meluncur tepat ke arah Amad Diallo, yang mengeksekusi tembakan penalti dengan tenang ke sudut kanan atas gawang Mike Maignan. Gol tersebut menjadi gol kemenangan 2-1 bagi Côte d’Ivoire, mengamankan tiga poin penting sebelum Piala Dunia.

Penampilan Doué menimbulkan perbincangan luas, terutama karena keberadaan kakaknya, Désiré Doué, yang juga berkarier di Ligue 1 dan merupakan anggota skuad Prancis. Meskipun Désiré tidak bermain dalam laga ini, kehadiran Guéla di lapangan menegaskan kedalaman talenta keluarga Doué.

Implikasi untuk Piala Dunia 2026

Kekalahan ini menjadi sinyal bagi Didier Deschamps untuk meninjau kembali taktik defensif, terutama setelah absennya William Saliba karena cedera. Kecenderungan Prancis untuk mengandalkan pemain berbakat dari Paris Saint-Germain (PSG) dan klub lainnya harus dipertimbangkan, mengingat banyak pemain inti tidak tampil karena istirahat atau cedera.

Di sisi lain, Côte d’Ivoire menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar peserta, melainkan tim yang mampu bersaing melawan tim papan atas. Keberhasilan mereka dalam mengalahkan Prancis menambah kepercayaan diri menjelang grup Piala Dunia yang melibatkan Jerman, Ekuador, dan Curacao.

Reaksi Pelatih dan Pemain

  • Didier Deschamps: “Kekalahan ini mengajarkan kami pentingnya konsistensi sepanjang 90 menit. Saya bangga dengan penampilan Guéla Doué, yang menunjukkan keberanian dan kualitas menyerang. Kami harus memperbaiki transisi defensif setelah perubahan pemain.”
  • Kylian Mbappé (menanggapi lewat media sosial): “Kami belajar dari setiap pertandingan. Tim harus tetap fokus pada tujuan akhir, yaitu menjuarai Piala Dunia 2026.”
  • Guéla Doué (setelah pertandingan): “Momen ini sangat berarti bagi saya dan negara. Saya bersyukur dapat membantu tim dengan gol dan assist. Saya berharap dapat terus berkontribusi di turnamen utama.”

Penampilan Doué menjadi bukti bahwa generasi baru pemain Prancis siap mengisi peran penting di panggung internasional, sementara Côte d’Ivoire menegaskan ambisinya untuk menembus fase knockout di Piala Dunia.

Dengan pertandingan persahabatan berikutnya melawan Irlandia Utara dijadwalkan pada minggu depan, Les Bleus memiliki kesempatan memperbaiki strategi sebelum keberangkatan ke Amerika Utara.

Secara keseluruhan, laga ini tidak hanya menyoroti kecemerlangan individu Guéla Doué, tetapi juga menegaskan pentingnya adaptasi taktik, kedalaman skuad, dan semangat kompetitif dalam persiapan menuju turnamen terbesar dunia.