LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menanggapi konflik internal yang belakangan memanas di Universitas Sjakhyakirti. Perselisihan antar kelompok mahasiswa tersebut mengganggu proses belajar mengajar dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua serta dosen.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Gubernur Deru menegaskan bahwa setiap bentuk pertikaian di lingkungan kampus harus diselesaikan secara bijak dan tidak boleh mengorbankan hak serta kepentingan mahasiswa. Ia menambahkan, “Pendidikan adalah fondasi masa depan, sehingga segala sengketa harus dipastikan tidak menghambat capaian akademik mahasiswa.”
Reaksi dari pihak kampus beragam. Ketua Senat Mahasiswa Universitas Sjakhyakirti menyatakan kesiapan untuk melakukan dialog terbuka, sementara beberapa organisasi mahasiswa mengkritik lambatnya penanganan pihak universitas.
Untuk menurunkan ketegangan, Gubernur Deru mengusulkan beberapa langkah konkret:
- Pembentukan tim mediasi yang terdiri atas perwakilan pemerintah daerah, dosen, dan perwakilan mahasiswa.
- Penetapan jadwal pertemuan rutin selama dua minggu ke depan untuk membahas akar permasalahan.
- Penyediaan layanan konseling psikologis bagi mahasiswa yang terdampak stres.
- Penyusunan kode etik kampus yang lebih tegas mengenai penyelesaian konflik.
Harapan Gubernur Deru, dengan adanya mediasi dan komitmen bersama, situasi di Universitas Sjakhyakirti dapat kembali kondusif, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu lagi. Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga semangat kebersamaan demi tercapainya kualitas pendidikan yang lebih baik di Sumatera Selatan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet