Gubernur Pramono Ungkap Modernisasi Halal Bihalal oleh Muhammadiyah
Gubernur Pramono Ungkap Modernisasi Halal Bihalal oleh Muhammadiyah

Gubernur Pramono Ungkap Modernisasi Halal Bihalal oleh Muhammadiyah

LintasWarganet.com – 04 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung baru-baru ini mengingat kembali inisiatif Muhammadiyah dalam memperbarui tradisi Halal Bihalal di Kediri, kota kelahirannya di Jawa Timur. Menurut Pramono, modernisasi tersebut tidak hanya menjaga nilai kebersamaan, tetapi juga menyesuaikan acara dengan tantangan zaman.

Halal Bihalal, yang biasanya diadakan setelah Idul Fitri, menjadi ajang silaturahmi antar‑umat Muslim. Muhammadiyah di Kediri mengambil langkah inovatif, antara lain:

  • Menggunakan platform digital untuk pendaftaran peserta, sehingga proses masuk lebih terkontrol dan mengurangi antrean.
  • Menerapkan protokol kesehatan ketat, termasuk pengecekan suhu tubuh dan penyediaan hand sanitizer di tiap pos.
  • Memperkenalkan sistem pembagian kuota berdasarkan wilayah, memastikan kehadiran merata tanpa menimbulkan kerumunan.
  • Menambahkan sesi edukasi singkat tentang nilai toleransi dan kepedulian sosial, yang dipandu oleh tokoh agama setempat.

Pramono menilai bahwa adaptasi ini menunjukkan bagaimana lembaga keagamaan dapat berperan aktif dalam modernisasi budaya tanpa mengorbankan esensi tradisinya. “Kita harus tetap menjaga rasa kebersamaan, tetapi juga harus cerdas dalam mengelola acara agar aman dan inklusif,” ujar Gubernur dalam wawancara.

Selain itu, penggunaan aplikasi mobile untuk menyebarkan jadwal, lokasi, dan informasi penting membantu peserta mengakses data secara real‑time. Hal ini pula mempermudah koordinasi antara panitia dan pihak keamanan setempat.

Langkah-langkah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Kediri. Banyak warga yang menyatakan rasa bangga melihat tradisi lama dapat dioptimalkan melalui teknologi, sekaligus tetap mengutamakan nilai religius.

Keberhasilan modernisasi Halal Bihalal di Kediri diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menggabungkan warisan budaya dengan inovasi digital, terutama menjelang periode libur panjang dan pertemuan keluarga.