LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan keyakinannya bahwa provinsi ini akan menjadi ujung tombak dalam memperkuat cadangan gula nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang menyoroti upaya peningkatan rendemen tebu pada musim giling 2024/2025.
Rendemen, yaitu persentase gula yang dapat dihasilkan dari satu ton tebu, menjadi indikator utama produktivitas industri gula. Pada musim giling ini, Pabrik Gula Ngadirejo (PG Ngadirejo) di Kabupaten Pasuruan menargetkan rendemen sebesar 8,5 %, naik dari rata‑rata 7,9 % pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini diharapkan dapat menambah volume produksi gula nasional yang selama ini mengalami defisit.
| Parameter | Target 2024/2025 | Target Sebelumnya |
|---|---|---|
| Rendemen PG Ngadirejo | 8,5 % | 7,9 % |
| Produksi Gula Nasional | 7,5 juta ton | 7,2 juta ton |
Selain meningkatkan rendemen, pemerintah provinsi juga menggencarkan program peremajaan kebun tebu, penyediaan bibit unggul, serta pelatihan teknis bagi petani. Inisiatif tersebut selaras dengan kebijakan pusat yang menargetkan swasembada gula dalam lima tahun ke depan.
Khofifah menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan petani sangat penting untuk mencapai target tersebut. Ia menambahkan, “Dengan dukungan seluruh stakeholder, Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengoptimalkan produksi gula dan memperkuat ketahanan pangan nasional.”
Jika target rendemen tercapai, tidak hanya akan menambah pasokan gula dalam negeri, tetapi juga berpotensi menurunkan impor gula yang selama ini menjadi beban neraca perdagangan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi defisit impor bahan makanan pokok.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet