LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan identitas budaya daerah. Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri tokoh adat, akademisi, dan pelaku seni, beliau mengingatkan bahwa budaya merupakan jati diri yang harus dijaga agar tidak tergerus arus modernisasi.
Sabran menekankan bahwa warisan budaya bukan hanya berupa tarian, musik, atau upacara adat, melainkan juga nilai‑nilai moral, bahasa daerah, serta kearifan lokal yang telah terbentuk selama berabad‑abad. Menurutnya, apabila generasi muda tidak memiliki rasa kebanggaan terhadap warisan tersebut, maka identitas kolektif akan perlahan menghilang.
Untuk mendorong partisipasi aktif pemuda, pemerintah provinsi telah merancang serangkaian program, antara lain:
- Penyediaan beasiswa khusus bagi mahasiswa yang meneliti budaya lokal.
- Pembentukan komunitas seni dan budaya di sekolah menengah serta perguruan tinggi.
- Penyelenggaraan festival budaya tahunan yang menampilkan karya seni tradisional dan kontemporer.
- Pembentukan museum digital yang memuat koleksi artefak dan cerita rakyat Kalteng.
Selain itu, Sabran mengajak lembaga swadaya masyarakat dan sektor swasta untuk berkolaborasi dalam melestarikan bahasa Dayak dan Banjar, serta mendokumentasikan ritual‑ritual penting yang masih dipraktikkan di berbagai wilayah.
Gubernur menutup pidatonya dengan mengingatkan bahwa generasi muda memiliki keunggulan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk menyebarkan nilai‑nilai budaya. Dengan memproduksi konten digital, video, dan aplikasi edukatif, pemuda dapat menjangkau audiens yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Harapannya, melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, dan generasi muda, identitas budaya Kalimantan Tengah akan tetap hidup, kuat, dan dapat bersaing di era globalisasi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet