Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo Tinjau Pengolahan Sampah Organik di Pasar Kramat Jati

LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, melakukan kunjungan ke Pasar Kramat Jati pada Senin (11/5/2026) untuk melihat langsung sistem pengolahan sampah organik yang telah diterapkan di kawasan pasar tersebut. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular serta mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Di lokasi, Pramono disambut oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, serta pengelola pasar dan pihak swasta yang berkolaborasi dalam proyek pengolahan sampah. Mereka memaparkan proses pengumpulan, pemilahan, serta pengomposan sampah organik yang meliputi limbah sayuran, buah, dan sisa makanan dari pedagang.

Berikut rangkaian langkah utama yang diterapkan di Pasar Kramat Jati:

  • Pemilahan di sumber: Setiap kios memiliki tempat sampah terpisah untuk organik dan anorganik.
  • Pengangkutan terjadwal: Sampah organik dikumpulkan setiap hari oleh tim khusus dan dibawa ke fasilitas kompos terdekat.
  • Pengomposan terkontrol: Di fasilitas kompos, sampah diproses menjadi kompos organik dalam waktu 30‑45 hari dengan pemantauan suhu dan kelembaban.
  • Pemanfaatan akhir: Kompos yang dihasilkan disalurkan ke taman kota, lahan pertanian perkotaan, dan program penghijauan lingkungan.

Pramono menilai inisiatif ini sebagai contoh praktik terbaik yang dapat direplikasi di pasar-pasar lain di Jakarta. “Pengelolaan sampah organik bukan hanya soal kebersihan, melainkan juga peluang ekonomi bagi warga dan pedagang,” ujarnya dalam sambutan singkat.

Selain meninjau proses teknis, Gubernur juga berdiskusi mengenai rencana pengembangan jaringan pengolahan sampah organik yang mencakup peningkatan kapasitas kompos, pelatihan bagi pedagang, serta insentif bagi pihak swasta yang berpartisipasi. Target jangka menengah adalah menurunkan kontribusi sampah organik ke TPA sebesar 40% pada tahun 2028.

Pengunjung lain yang hadir melaporkan peningkatan kepedulian pedagang terhadap pemilahan sampah serta peningkatan pendapatan dari penjualan kompos. Dinas Lingkungan Hidup berencana melakukan evaluasi berkala dan memperluas program ke pasar tradisional lain di Jakarta Utara.