Ginandjar Kartasasmita Ungkap Upaya Memperkuat Rupiah di Era Reformasi
Ginandjar Kartasasmita Ungkap Upaya Memperkuat Rupiah di Era Reformasi

Ginandjar Kartasasmita Ungkap Upaya Memperkuat Rupiah di Era Reformasi

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Ginandjar Kartasasmita, mantan Menko Ekonomi Keuangan dan Industri, mengingat kembali serangkaian langkah strategis yang diambil pemerintah Indonesia pada awal era reformasi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang sempat tertekan oleh krisis finansial global.

  • Pengendalian defisit anggaran: Pemerintah memperketat pengeluaran dan meningkatkan penerimaan pajak untuk mengurangi tekanan inflasi dan menurunkan beban hutang publik.
  • Reformasi perbankan: Penutupan bank-bank yang tidak likuid, restrukturisasi kredit bermasalah, serta penerapan standar prudensial yang lebih ketat meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing.
  • Intervensi nilai tukar: Bank Indonesia secara rutin melakukan penjualan devisa untuk menahan depresiasi rupiah, sambil menjaga cadangan devisa pada level yang memadai.
  • Kebijakan moneter: Penetapan suku bunga yang kompetitif dan pengendalian likuiditas membantu menstabilkan inflasi serta memperkuat daya beli masyarakat.
  • Dukungan kebijakan struktural: Deregulasi sektor perdagangan, liberalisasi investasi, dan peningkatan transparansi pasar modal membuka jalur masuk modal asing yang stabil.

Gin­and­jar menekankan bahwa konsistensi implementasi kebijakan tersebut menjadi kunci utama. “Tanpa disiplin dalam menjalankan reformasi, rupiah akan kembali terombang-ambing oleh spekulasi pasar,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Selain itu, ia menyoroti peran penting komunikasi terbuka antara otoritas moneter dan publik. Menurutnya, transparansi kebijakan membantu mengurangi ekspektasi inflasi yang dapat memicu penurunan nilai tukar.

Pengalaman era reformasi kini dijadikan pelajaran bagi pemerintah masa kini dalam menghadapi volatilitas pasar global, terutama mengingat tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas yang terus berubah.