LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Gedung Putih pada hari Rabu menegaskan dukungan penuh pemerintah Amerika Serikat terhadap keputusan FIFA memberi penghargaan perdamaian pertama kepada Presiden Donald Trump. Pernyataan resmi menolak segala kritik yang menyebut penghargaan tersebut tidak pantas atau bersifat politis.
- Penghargaan FIFA Peace Prize pertama kali diumumkan pada bulan Februari 2024.
- Keputusan tersebut memicu protes dari sejumlah organisasi hak asasi manusia dan pengamat politik yang menilai kebijakan luar negeri Trump masih kontroversial.
- Pihak Gedung Putih menambahkan bahwa penghargaan mencerminkan “upaya nyata” dalam menciptakan stabilitas regional, bukan sekadar simbol politik.
Beberapa kritikus, termasuk mantan diplomat dan aktivis, berargumen bahwa penghargaan itu mengabaikan isu‑isu lain seperti kebijakan imigrasi ketat dan penarikan pasukan AS dari Afghanistan yang menimbulkan dampak kemanusiaan. Mereka menilai FIFA seharusnya lebih selektif dalam memilih penerima penghargaan perdamaian.
Menanggapi hal tersebut, juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa “FIFA memiliki kriteria sendiri dan keputusan mereka sepenuhnya dihormati.” Ia menambahkan bahwa kritik yang bersifat partisan tidak akan mengubah fakta bahwa perjanjian perdamaian tersebut telah membawa manfaat nyata bagi jutaan orang.
Di luar negeri, beberapa negara anggota FIFA menyatakan dukungan serupa, sementara yang lain tetap skeptis. Namun, pemerintah AS berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif perdamaian yang dianggap dapat mengurangi konflik bersenjata di kawasan strategis.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet