Gapero Surabaya Minta Pemerintah Cermati Multiplier Effect dari Aturan Baru soal Kadar Nikotin-Tar

LintasWarganet.com – 24 April 2026 | Gapero Surabaya, asosiasi produsen rokok kretek di wilayah Surabaya, baru‑baru ini menyampaikan surat resmi kepada Pemerintah pusat yang menekankan pentingnya memperhatikan “multiplier effect” atau dampak berantai dari aturan terbaru mengenai batas maksimum kadar nikotin dan tar pada produk tembakau.

Aturan baru yang direncanakan akan menurunkan standar maksimum nikotin dan tar secara signifikan, dengan tujuan mengurangi risiko kesehatan bagi konsumen. Namun, Gapero Surabaya mengingatkan bahwa tembakau lokal Indonesia memiliki karakteristik khusus, di mana kadar nikotin biasanya berada pada rentang 2‑8 %, jauh di atas tembakau impor yang hanya mengandung 1‑1,5 % nikotin.

  • Kadar nikotin tinggi memberi rasa kuat yang menjadi ciri khas kretek Indonesia.
  • Penurunan batas secara drastis dapat memaksa produsen mengubah bahan baku atau proses produksi.
  • Perubahan tersebut berpotensi menurunkan volume produksi, menurunkan pendapatan petani tembakau lokal, serta menambah beban biaya bagi industri kecil dan menengah.
Sektor Dampak Potensial
Pertanian tembakau Penurunan permintaan dapat mengurangi harga jual daun tembakau, mempengaruhi pendapatan petani.
Industri pengolahan Kebutuhan investasi ulang untuk menyesuaikan produk dengan standar baru, meningkatkan beban finansial.
Distribusi & ritel Pengurangan stok produk yang tidak memenuhi standar, berpotensi menurunkan penjualan dan mengurangi pajak negara.

Gapero Surabaya mengusulkan agar Pemerintah melakukan kajian menyeluruh sebelum menerapkan batasan tersebut, termasuk simulasi ekonomi dan sosial yang memperhitungkan kontribusi industri kretek terhadap PDB, lapangan kerja, dan penerimaan pajak.

Selain itu, asosiasi tersebut menekankan pentingnya memberikan masa transisi yang cukup bagi produsen, serta menyediakan dukungan teknis dan finansial untuk mengadopsi teknologi produksi yang lebih bersih tanpa mengorbankan karakteristik rasa yang menjadi keunggulan kompetitif tembakau Indonesia.

Jika kebijakan tersebut dijalankan tanpa mempertimbangkan dampak multiplier, Gapero Surabaya memperingatkan kemungkinan terjadinya penurunan signifikan pada sektor ekonomi kreatif terkait, serta berpotensi menimbulkan gelombang penurunan pendapatan bagi ribuan pekerja di rantai nilai tembakau.

Dengan mengedepankan pendekatan berbasis data, Gapero Surabaya berharap Pemerintah dapat menemukan keseimbangan antara tujuan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan industri tembakau nasional.