LintasWarganet.com – 31 Maret 2026 | Fraksi Partai Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia dalam misi United Nations Interim Force Lebanon (UNIFIL) pada 29 Maret 2024. Serangan tersebut menewaskan satu anggota pasukan serta melukai beberapa rekan, sekaligus menimbulkan kerusakan pada peralatan operasional.
Dalam sidang Komisi I DPR, wakil-wakil Gerindra menuntut agar penyelidikan menyeluruh segera diluncurkan. Menurut mereka, investigasi harus melibatkan lembaga pertahanan, intelijen, serta pihak berwenang Lebanon untuk mengungkap pelaku dan motif serangan.
Fraksi tersebut mengajukan beberapa langkah konkret, antara lain:
- Meminta Menteri Pertahanan memberikan keterangan tertulis mengenai kronologi kejadian.
- Mengusulkan rapat khusus Komisi I DPR untuk membahas temuan awal dan rekomendasi kebijakan.
- Menuntut agar pemerintah mengirim delegasi ke Lebanon guna berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pasukan UNIFIL lainnya.
- Mengajukan pertanyaan kepada Komisi Nasional Keamanan dalam rangka menilai kesiapan perlindungan pasukan Indonesia di luar negeri.
Pihak Kementerian Pertahanan menanggapi dengan menjanjikan proses investigasi yang transparan dan berkoordinasi dengan otoritas PBB serta pemerintah Lebanon. Mereka menegaskan komitmen Indonesia untuk melindungi anggota pasukan perdamaian dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan pasukan Indonesia dalam operasi multinasional. Selain menyoroti risiko yang dihadapi, insiden tersebut juga menguji hubungan diplomatik antara Indonesia dan Lebanon, serta menuntut peninjauan kembali prosedur operasional UNIFIL.
Gerindra menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya akuntabilitas dan tindakan cepat, agar korban dapat memperoleh keadilan serta pasukan Indonesia tetap dapat menjalankan tugasnya dengan aman.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet