Fortinet: Ancaman AI dan Kompleksitas Sistem Jadi Tantangan Keamanan Siber di Indonesia

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Fortinet, perusahaan keamanan jaringan global, memperingatkan bahwa ancaman siber berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang dan menambah kompleksitas sistem TI di Indonesia. Menurut pernyataan terbaru yang disampaikan oleh perwakilan Fortinet, penggunaan AI oleh penyerang memungkinkan otomatisasi serangan, peningkatan kecepatan, serta kemampuan menghindari deteksi tradisional.

Beberapa faktor yang memperparah situasi keamanan siber di tanah air antara lain:

  • Adopsi teknologi AI oleh pelaku kejahatan untuk membuat malware yang dapat belajar dan beradaptasi.
  • Kompleksitas arsitektur jaringan yang melibatkan banyak perangkat, layanan cloud, dan aplikasi SaaS.
  • Kekurangan tenaga ahli keamanan yang memahami teknologi AI dan arsitektur modern.
  • Kurangnya standar keamanan yang terintegrasi di antara berbagai sektor industri.

Fortinet menekankan bahwa perusahaan dan organisasi di Indonesia harus memperkuat pertahanan dengan strategi berlapis. Beberapa langkah yang direkomendasikan meliputi:

  1. Implementasi solusi keamanan yang berbasis AI untuk mendeteksi perilaku anomali secara real‑time.
  2. Penerapan segmentasi jaringan guna membatasi pergerakan lateral penyerang.
  3. Peningkatan kesadaran dan pelatihan keamanan siber bagi seluruh karyawan.
  4. Pengujian penetrasi secara berkala untuk mengidentifikasi celah keamanan.
  5. Kolaborasi dengan penyedia layanan keamanan terkemuka seperti Fortinet untuk mendapatkan intelijen ancaman terkini.

Di Indonesia, sektor keuangan, energi, dan layanan publik menjadi target utama karena nilai data yang sensitif serta dampak sosial ekonomi yang besar. Pemerintah dan regulator diharapkan memperkuat regulasi serta mendukung inisiatif keamanan nasional yang melibatkan AI.

Dengan meningkatnya ancaman berbasis AI dan kompleksitas sistem yang terus berkembang, Fortinet menegaskan pentingnya pendekatan proaktif, kolaboratif, dan berbasis teknologi terkini untuk melindungi ekosistem digital Indonesia.