LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Di laga penutup Eredivisie 2025/2026, Feyenoord berhasil mengamankan kemenangan 2-0 atas PEC Zwolle di Stadion MAC, menutup musim dengan catatan positif dan memastikan tempat kedua serta tiket ke fase grup Liga Champions. Dua gol tunggal dari pemain sayap asal Aljazair, Hadj Moussa, menjadi penentu hasil akhir pertandingan yang berlangsung sengit sejak menit awal.
Feyenoord menguasai penguasaan bola sekitar 58% dan mencatat 12 tembakan, dengan 6 di antaranya tepat mengarah ke gawang lawan. Sementara PEC Zwolle hanya mampu menghasilkan 4 tembakan, dua di antaranya sempat menguji kiper De Jong. Statistik ini menegaskan dominasi teknis dan taktis Rotterdam, meski tekanan dari pendukung Zwolle terasa kuat di bagian akhir babak pertama.
Penampilan Raheem Sterling, yang baru bergabung pada Februari lalu, menjadi sorotan utama. Sang pemain Inggris menempuh 72 menit di lapangan, menggantikan posisi sayap kanan pada menit ke-18. Meskipun tidak mencetak gol atau memberikan assist, Sterling menunjukkan gerakan berbahaya di sisi kanan, menciptakan ruang bagi rekan-rekannya dan melakukan beberapa dribel yang berhasil menembus pertahanan Zwolse.
Setelah pertandingan, pelatih Feyenoord sekaligus mantan striker legendaris, Robin van Persie, memberikan komentar yang cukup emosional. Ia menilai bahwa Sterling telah menjadi korban “cynicism” atau sikap sinis yang berlebihan dari media dan publik Belanda. Van Persie menegaskan, “Saya rasa dia pantas mendapat lebih banyak penghormatan mengingat prestasinya: 200 gol di Inggris dan 82 penampilan internasional.”
Van Persie juga menambahkan bahwa kritik yang diarahkan kepada Sterling sering kali tidak proporsional dengan kontribusinya. “Dia tidak beruntung pada beberapa kesempatan, namun ada banyak momen di mana dia berada di posisi yang baik. Saya tidak suka sikap sinis yang mengelilinginya,” ujarnya.
Menurut laporan internal klub, manajer Feyenoord juga berencana memberikan dukungan pribadi kepada Sterling menjelang libur akhir pekan. “Kami akan mengadakan makan malam tim, dan saya akan menyempatkan waktu untuk berbicara dengannya,” kata Van Persie, menegaskan komitmen klub dalam menjaga moral pemain senior.
Sementara itu, Hadj Moussa, yang mencetak dua gol, menjadi sorotan baru. Gol pertamanya datang pada menit ke-57 setelah menerima umpan silang dari Joris van Kampen, lalu ia mengeksekusi tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang. Gol kedua tercipta pada menit ke-81, ketika Moussa memanfaatkan kesalahan lini belakang Zwolle dan menembak dengan kaki kiri, memperkuat keunggulan tim.
Penampilan Moussa menambah dimensi serangan sayap Feyenoord yang selama ini bergantung pada kontribusi pemain sayap internasional. Keberhasilan dua gol tersebut menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan transfer klub-klub besar Eropa yang memantau perkembangan pemain muda asal Aljazair.
Di sisi lain, PEC Zwolle, yang berjuang di zona degradasi, tetap berusaha bangkit meski hasil akhir tidak menguntungkan. Pelatih Henry van der Vegt menilai bahwa timnya sudah menunjukkan peningkatan taktik, namun kurangnya ketajaman akhir menjadi faktor utama kegagalan.
Dengan hasil ini, Feyenoord mengakhiri musim dengan 78 poin, hanya tertinggal dua poin dari juara Liga Champions, PSV Eindhoven. Poin ini memastikan mereka langsung masuk fase grup Liga Champions, menambah ekspektasi tinggi pada skuad untuk kompetisi internasional mendatang.
Berikut rangkuman poin penting dari pertandingan:
- Skor akhir: Feyenoord 2-0 PEC Zwolle
- Penampil utama: Hadj Moussa (2 gol), Raheem Sterling (72 menit)
- Penguasaan bola: 58% untuk Feyenoord
- Statistik tembakan: 12 (Feyenoord) vs 4 (Zwolle)
- Posisi akhir liga: 2nd place, lolos ke Liga Champions
Keberhasilan Feyenoord pada laga penutup ini tidak lepas dari peran taktis Robin van Persie, yang menyeimbangkan antara memberi kesempatan kepada pemain baru seperti Sterling dan memaksimalkan potensi pemain muda seperti Moussa. Meskipun kritik tetap mengiringi penampilan Sterling, dukungan pelatih menunjukkan bahwa klub menilai nilai jangka panjang pemain tersebut.
Kesimpulannya, kemenangan atas PEC Zwolle menandai akhir yang memuaskan bagi Feyenoord, sekaligus menegaskan tekad mereka untuk bersaing di panggung Eropa. Sementara itu, Sterling masih berada dalam proses adaptasi, dan dukungan penuh dari manajemen diharapkan dapat membantu ia menemukan bentuk terbaiknya di Liga Belanda.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet