Fadly Alberto Ditinggal Sponsor usai Lepaskan Tendangan Kungfu

LintasWarganet.com – 22 April 2026 | Fadnya Alberto Hengga, gelandang muda Bhayangkara FC U-20, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah insiden kontroversial yang melibatkan aksi tendangan ala kungfu pada sebuah pertandingan persahabatan. Insiden tersebut menimbulkan gelombang reaksi keras dari sponsor utama tim, media sosial, dan pihak berwenang sepakbola Indonesia.

Reaksi sponsor tidak memakan waktu lama. Perusahaan yang selama ini menjadi sponsor utama Bhayangkara FC, mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa mereka tidak akan melanjutkan dukungan finansial kepada pemain yang terlibat dalam perilaku tidak sportif. “Kami mengedepankan nilai sportivitas dan integritas. Tindakan seperti ini tidak dapat kami dukung,” ujar juru bicara sponsor dalam siaran pers.

Akibat keputusan sponsor, klub Bhayangkara FC harus menyesuaikan anggaran dan mencari pengganti dana yang hilang. Klub pun mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa mereka akan menindaklanjuti insiden ini sesuai regulasi PSSI dan akan memberikan sanksi disiplin internal kepada Alberto.

Sementara itu, Timnas Indonesia U-19 mengumumkan bahwa Alberto tidak akan dimasukkan ke dalam skuad yang akan bertanding di ajang regional mendatang. Keputusan ini diambil setelah menilai bahwa perilaku pemain tidak mencerminkan standar timnas yang mengutamakan sportivitas.

  • Alberto dikenai sanksi disiplin internal klub.
  • Sponsor memutuskan penghentian dukungan finansial.
  • Timnas U-19 menolak memasukkan Alberto dalam skuad terbaru.
  • Potensi tindakan lanjutan dari PSSI termasuk denda atau larangan bermain.

Para penggemar dan netizen pun terbagi pendapat. Sebagian menilai insiden tersebut sebagai momen emosional yang tidak terkontrol, sementara yang lain menekankan pentingnya kontrol diri dan contoh yang baik bagi generasi muda. Diskusi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi dunia sepakbola dalam menyeimbangkan kebebasan ekspresi pemain dengan kode etik yang ketat.

Ke depan, Bhayangkara FC berjanji akan meningkatkan edukasi tentang sportivitas dan mengadakan workshop bersama pakar psikologi olahraga untuk mencegah kejadian serupa. Di sisi lain, sponsor baru sedang dicari untuk menutupi kekosongan pendanaan, dan klub berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi seluruh pemain muda di Indonesia.