Fadli Zon Harap Indonesia Menjadi Produsen dan Eksportir Budaya Digital

LintasWarganet.com – 26 April 2026 | Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi dan ekspor budaya digital. Dalam sebuah konferensi pers, ia menyampaikan harapan agar talenta lokal tidak hanya mencipta, melainkan juga mengembangkan serta memasarkan karya‑karya digital ke pasar internasional.

Fadri menambahkan beberapa langkah strategis yang perlu diambil:

  • Peningkatan kurikulum pendidikan yang mengintegrasikan teknologi kreatif sejak jenjang sekolah menengah.
  • Penyediaan dana hibah dan insentif pajak bagi startup dan studio independen yang berfokus pada konten digital.
  • Pembentukan jaringan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga riset untuk mempercepat transfer pengetahuan.
  • Penyelenggaraan festival dan pameran internasional yang menampilkan produk budaya digital Indonesia.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual sebagai dasar untuk menarik investasi asing. Tanpa jaminan hukum yang kuat, produk kreatif berisiko disalahgunakan atau tidak mendapatkan nilai ekonomi yang layak.

Selain itu, Fadli Zon menekankan perlunya memperkuat infrastruktur digital, termasuk akses broadband yang merata di seluruh wilayah kepulauan. Dengan konektivitas yang memadai, kreator di daerah terpencil dapat berpartisipasi dalam ekosistem global.

Harapan tersebut selaras dengan agenda “Digital Creative Economy” yang telah dicanangkan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Target jangka menengah menilai kontribusi industri kreatif digital mencapai 10 % dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030.

Jika langkah‑langkah tersebut dijalankan secara konsisten, Indonesia berpeluang tidak hanya menjadi konsumen konten digital, melainkan juga pemain utama yang mengekspor budaya digital ke pasar dunia.