Facebook & Instagram Terserang Gangguan Besar: Ratusan Ribu Pengguna Tidak Bisa Login
Facebook & Instagram Terserang Gangguan Besar: Ratusan Ribu Pengguna Tidak Bisa Login

Facebook & Instagram Terserang Gangguan Besar: Ratusan Ribu Pengguna Tidak Bisa Login

LintasWarganet.com – 13 Juni 2026 | Jumat malam (12 Juni 2026) menjadi saksi gangguan layanan terbesar yang melanda platform media sosial milik Meta, yaitu Facebook dan Instagram. Ribuan pengguna di Indonesia serta negara lain melaporkan tidak dapat mengakses akun mereka, mengalami error login, atau hanya mendapatkan halaman kosong ketika mencoba membuka aplikasi.

Masalah ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.00 WIB (02.00 GMT) melalui situs pemantau gangguan Downdetector, yang mencatat lonjakan laporan secara signifikan. Pada puncaknya, lebih dari 113.000 keluhan tercatat untuk Facebook, dengan sekitar 53% mengeluhkan masalah login, 31% terkait aplikasi itu sendiri, dan 15% berhubungan dengan layanan perpesanan Messenger. Instagram tidak kalah, mencatat hampir sepuluh ribu laporan, mayoritas (>70%) terkait kegagalan aplikasi.

Laporan Pengguna dan Skala Gangguan

  • Waktu munculnya keluhan: 20.11 WIB, meningkat tajam hingga 20.58 WIB.
  • Jumlah laporan Facebook: >113.000 (53% login, 31% aplikasi, 15% Messenger).
  • Jumlah laporan Instagram: >10.000 (lebih dari 70% terkait aplikasi).
  • Pengguna di seluruh dunia, termasuk Inggris, juga melaporkan masalah serupa.

Pengguna mengirimkan screenshot error yang menampilkan pesan “Something went wrong” atau halaman kosong putih. Beberapa mengaku secara otomatis keluar dari akun mereka, sementara yang lain mengalami kegagalan total saat mencoba masuk. Di forum komunitas, terdapat laporan bahwa aplikasi Messenger juga menampilkan pesan “high disruption” pada halaman status layanan Meta.

Meta mengonfirmasi adanya gangguan tinggi. Komunikasi kepala layanan, Andy Stone, menyatakan melalui platform X (sebelumnya Twitter) bahwa tim teknik sedang menyelidiki masalah dan akan memberikan pembaruan secepatnya. Pada pukul 15.40 BST, pernyataan resmi di situs status layanan Meta menyebutkan bahwa “We are currently experiencing high disruptions impacting Messenger Platform. Our engineering teams are investigating the issue.”

Spekulasi dan Reaksi Publik

Sejumlah pengguna menebak kemungkinan serangan siber atau peretasan, terutama setelah munculnya laporan logout tak terduga di Instagram dan Facebook. Namun, pernyataan resmi Meta menegaskan bahwa gangguan tersebut tidak terkait dengan pelanggaran keamanan, melainkan masalah teknis internal.

Di media sosial, beberapa pengguna melaporkan bahwa layanan kembali normal setelah memperbarui aplikasi. Salah satu tweet menyebutkan, “Facebook is back now in my phone. I updated my app and it is working properly now.” Sementara itu, pengguna lain mengungkapkan rasa frustrasi, “Got kicked off of Facebook earlier, was so angry! Then about 10 minutes later all of Meta went out. Just relieved to have my Facebook account back.”

Dampak terhadap Pengguna dan Bisnis

Gangguan ini tidak hanya memengaruhi komunikasi pribadi, tetapi juga mengganggu operasi bisnis kecil hingga menengah yang mengandalkan platform tersebut untuk pemasaran, layanan pelanggan, dan penjualan. Banyak pelaku usaha melaporkan penurunan interaksi dan hilangnya peluang penjualan selama periode gangguan.

Selain itu, layanan Instagram yang banyak dipakai influencer untuk mempromosikan produk mengalami penurunan signifikan dalam engagement, yang dapat berimplikasi pada pendapatan iklan digital secara global.

Meta belum memberikan perkiraan waktu pemulihan penuh, namun tim teknis terus bekerja untuk mengidentifikasi akar penyebab, yang diperkirakan terkait dengan beban server atau kegagalan komponen jaringan internal.

Pengguna disarankan untuk menunggu pembaruan resmi dari Meta, menghindari upaya login berulang yang dapat memperparah beban sistem, dan memastikan aplikasi mereka berada pada versi terbaru untuk meminimalkan risiko.

Secara keseluruhan, insiden ini menegaskan pentingnya ketahanan infrastruktur digital pada layanan yang melayani miliaran pengguna. Pengguna dan bisnis diharapkan tetap waspada dan menyesuaikan strategi komunikasi mereka ketika platform utama mengalami gangguan serupa di masa mendatang.