Eks Wamenaker Noel Ajukan Diri Jadi Tahanan Rumah ke KPK, Bersaing dengan Yaqut Cholil
Eks Wamenaker Noel Ajukan Diri Jadi Tahanan Rumah ke KPK, Bersaing dengan Yaqut Cholil

Eks Wamenaker Noel Ajukan Diri Jadi Tahanan Rumah ke KPK, Bersaing dengan Yaqut Cholil

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Immanuel “Noel” Ebenezer Gerungan, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024‑2025, secara resmi mengajukan permohonan menjadi tahanan rumah kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Langkah itu diambil setelah ia menyatakan tidak ingin kalah bersaing dengan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil, yang juga tengah menunggu proses hukum serupa.

Berikut rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi keputusan Noel:

  • Desember 2023, KPK memulai penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan dana pada proyek ketenagakerjaan yang melibatkan beberapa pejabat kementerian.
  • Pada awal Januari 2024, Yaqut Cholil mengajukan diri untuk menjalani tahanan rumah setelah KPK menyiapkan surat panggilan.
  • Menanggapi langkah Yaqut, Noel menyatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa ia tidak ingin terlihat lemah di mata publik dan partai politiknya.
  • 15 Maret 2024, Noel menyerahkan dokumen permohonan tahanan rumah ke kantor KPK di Jakarta, lengkap dengan jaminan rumah dan syarat‑syarat lain yang diminta.

Reaksi politikus dan pengamat beragam. Sebagian mengkritik langkah tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian publik dari dugaan korupsi, sementara yang lain menilai bahwa hak setiap warga untuk mengajukan tahanan rumah harus dihormati selama prosedur hukum dijalankan secara transparan.

Jika permohonan Noel disetujui, ia akan menjalani tahanan rumah di kediamannya dengan pengawasan ketat, termasuk pelaporan harian kepada petugas KPK. Proses hukum selanjutnya akan tetap berlanjut, dengan kemungkinan persidangan di pengadilan tindak pidana korupsi.

Kasus ini menambah daftar tokoh politik tingkat tinggi yang kini berada di bawah sorotan KPK, menandakan peningkatan intensitas pemberantasan korupsi di kalangan pejabat publik.