LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Seorang mantan pejabat tinggi Pertamina, Hari Karyuliarto, resmi dituntut dengan hukuman penjara selama enam setengah tahun atas dugaan korupsi yang melibatkan proyek LNG (Liquefied Natural Gas). Kasus ini mengindikasikan kerugian negara sebesar Rp 1,77 triliun, menimbulkan sorotan tajam terhadap tata kelola dan integritas perusahaan energi milik negara.
Proyek LNG yang dimaksud merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan cadangan energi serta ekspor gas cair. Namun, penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik manipulasi dokumen, mark‑up harga, dan pemberian konsesi yang menguntungkan pihak tertentu secara tidak sah. Menurut penyidik, keputusan-keputusan strategis yang seharusnya melalui prosedur transparan justru diatur secara tertutup, mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan.
| Item | Detail |
|---|---|
| Terpidana | Hari Karyuliarto |
| Jabatan | Eks Direktur Utama Pertamina (Divisi LNG) |
| Hukuman | 6,5 tahun penjara |
| Kerugian Negara | Rp 1,77 triliun |
Proses hukum dimulai setelah KPK mengajukan dakwaan pada pengadilan niaga. Selama persidangan, jaksa menegaskan bahwa terdakwa memanfaatkan posisinya untuk memfasilitasi kontrak bernilai tinggi yang tidak sejalan dengan prinsip efisiensi dan keadilan. Bukti-bukti meliputi dokumen internal, rekaman percakapan, serta audit keuangan yang menunjukkan selisih harga yang tidak dapat dijustifikasi.
Pihak Pertamina menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti temuan tersebut melalui reformasi internal, termasuk memperkuat sistem pengawasan dan memperketat prosedur pengadaan. Sementara itu, KPK menegaskan bahwa kasus ini menjadi contoh penting dalam upaya pemberantasan korupsi di sektor energi, mengingat dampak luasnya terhadap anggaran negara dan kepercayaan publik.
Pengadilan dijadwalkan akan mengumumkan putusan akhir dalam beberapa minggu mendatang, termasuk kemungkinan sanksi tambahan berupa denda atau restitusi atas kerugian yang ditimbulkan. Kasus ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi pejabat publik dan korporasi BUMN untuk senantiasa menjaga integritas serta akuntabilitas dalam setiap keputusan strategis.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet