Ekonom: BI Rate naik untuk jaga rupiah dan redam inflasi impor
Ekonom: BI Rate naik untuk jaga rupiah dan redam inflasi impor

Ekonom: BI Rate naik untuk jaga rupiah dan redam inflasi impor

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Hosianna Evalita Situmorang, ekonom senior PT Bank Danamon Indonesia Tbk, menilai langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebagai upaya strategis untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan menahan laju inflasi yang dipicu oleh harga impor.

Beberapa faktor utama yang mendorong kebijakan tersebut antara lain:

  • Kenaikan harga komoditas global, terutama bahan bakar dan pangan, yang dapat menambah tekanan inflasi ketika masuk ke pasar domestik.
  • Kelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang meningkatkan biaya pembiayaan impor dan beban hutang luar negeri.
  • Kebutuhan untuk menjaga kredibilitas kebijakan moneter BI di tengah ekspektasi pasar yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Dengan menaikkan BI Rate, bank sentral berharap tercapai dua tujuan utama. Pertama, nilai tukar rupiah dapat dipertahankan pada level yang lebih stabil, sehingga beban biaya impor tidak melonjak secara drastis. Kedua, tingkat inflasi yang dipengaruhi oleh barang impor dapat ditekan, membantu Pemerintah mencapai target inflasi jangka menengah.

Namun, kebijakan ini juga membawa implikasi bagi sektor riil. Kenaikan suku bunga biasanya meningkatkan biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen, yang dapat memperlambat pertumbuhan investasi dan konsumsi domestik. Oleh karena itu, Situmorang menekankan pentingnya koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal untuk mengurangi beban pada pelaku usaha, terutama UMKM yang sangat bergantung pada kredit bank.

Dalam jangka menengah, Situmorang optimis bahwa kebijakan pengetatan ini akan memberi ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga kembali bila inflasi berada di bawah kontrol dan nilai tukar rupiah menunjukkan stabilitas yang lebih kuat. Ia juga mengingatkan bahwa dinamika geopolitik dan fluktuasi pasar komoditas global tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai.