Dusan Vlahovic Gagal Bantu Juventus ke Liga Champions, Namun Gol Krusialnya Tetap Jadi Sorotan
Dusan Vlahovic Gagal Bantu Juventus ke Liga Champions, Namun Gol Krusialnya Tetap Jadi Sorotan

Dusan Vlahovic Gagal Bantu Juventus ke Liga Champions, Namun Gol Krusialnya Tetap Jadi Sorotan

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Juventus kembali berada di persimpangan nasib menjelang akhir musim Serie A 2025/26. Serangan utama sang Bianconeri, Dusan Vlahovic, mencatatkan penampilan yang konsisten namun belum cukup untuk mengamankan tiket Liga Champions. Pada pekan ke-36, Vlahovic berhasil menorehkan gol kemenangan 1-0 melawan Lecce di Stadion Via del Mare, mengangkat Juventus ke posisi ketiga sementara. Sayangnya, dua pekan kemudian, Bianconeri tersungkur 0-2 di tangan Fiorentina di Allianz Stadium, menyisakan jarak dua poin dari zona Champions League.

Performa Vlahovic di Serie A 2023/24

Sepanjang kampanye 2023/24, Vlahovic menorehkan total 20 gol di Serie A, menjadikannya salah satu penyerang paling produktif di liga. Dari total tersebut, delapan gol dicetak dalam pertandingan kandang, sementara dua belas gol tercipta saat Juventus bermain tandang. Statistik menunjukkan bahwa Vlahovic berhasil mencetak gol pada 55% dari total tembakan yang ia lakukan, dan rata-rata 0,63 gol per pertandingan.

  • Gol melawan Lecce (1-0) – pekan 36
  • Gol melawan Roma (2-1) – pekan 30
  • Gol melawan Napoli (1-0) – pekan 25

Daftar di atas hanyalah sebagian kecil dari kontribusi Vlahovic, yang selain mencetak gol juga memberikan lima assist selama musim ini. Peranannya tidak hanya sebagai penyerang utama, namun juga sebagai pengikat lini serang bersama Kenan Yildiz dan Francisco Conceição.

Detail Pertandingan Juventus vs Fiorentina

Pertandingan melawan Fiorentina pada 17 Mei 2026 menjadi momen krusial bagi Juventus. Setelah memulai laga dengan tekanan tinggi, Juventus menciptakan peluang melalui Vlahovic pada menit ke-69. Bola berhasil meluncur ke dalam gawang setelah serangan balik, namun VAR menilai adanya offside dan gol tersebut dibatalkan. Beberapa menit kemudian, gol lain yang dicetak oleh Weston McKennie juga dinyatakan tidak sah karena pelanggaran dalam proses serangan.

Fiorentina, dipimpin oleh Cher Ndour yang membuka skor lewat umpan terobosan Manor Solomon, menambah gol kedua melalui Rolando Mandragora. Penjaga gawang Juventus, Di Gregorio, berusaha keras namun tidak mampu menghentikan tembakan David de Gea yang menegaskan kemenangan tamu. Kegagalan Juventus mencetak gol, meski telah menciptakan peluang lewat Vlahovic, Yildiz, dan Jeremie Boga, menambah tekanan pada posisi klasemen.

Implikasi Klasemen dan Tekanan pada Vlahovic

Kekalahan tersebut menurunkan Juventus ke posisi keenam dengan 68 poin, tertinggal dua poin dari zona empat besar yang menjamin tempat di Liga Champions. Sementara AC Milan dan AS Roma masing-masing mengumpulkan 70 poin, Juventus harus mengandalkan hasil positif pada pertandingan terakhir melawan Como serta berharap pesaing terdekat gagal meraih tiga poin.

Vlahovic kini berada di bawah sorotan intens. Meskipun golnya melawan Lecce memperlihatkan ketajamannya, kegagalan mencetak gol pada laga krusial menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan penyerang Serbia tersebut dalam situasi tekanan tinggi. Pelatih Luciano Spalletti mengakui pentingnya peran Vlahovic dalam strategi menyerang, namun menambahkan bahwa seluruh lini serang harus berkontribusi secara kolektif untuk mengamankan tiga poin terakhir.

Prospek Musim Depan

Jika Juventus gagal masuk Liga Champions, konsekuensi finansial dan sportif akan terasa signifikan. Transfer pasar musim panas mendatang mungkin akan memaksa klub untuk menyesuaikan kebijakan gaji dan target pemain. Bagi Vlahovic, performa di sisa musim ini akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam menentukan masa depannya di Juventus atau potensi tawaran dari klub lain.

Secara keseluruhan, Dusan Vlahovic tetap menjadi aset penting bagi Juventus. Golnya melawan Lecce menunjukkan kualitas individu yang dapat mengubah hasil pertandingan, namun konsistensi dalam mencetak gol pada laga penentu tetap menjadi tantangan. Juventus harus menemukan cara memaksimalkan potensi Vlahovic sekaligus memperkuat lini tengah agar dapat menutup celah defensif dan kembali bersaing di kancah Liga Champions.