Dubes RI di PBB Desak Perlindungan UNIFIL: Kami Kecam Keras Serangan ke Pasukan Perdamaian
Dubes RI di PBB Desak Perlindungan UNIFIL: Kami Kecam Keras Serangan ke Pasukan Perdamaian

Dubes RI di PBB Desak Perlindungan UNIFIL: Kami Kecam Keras Serangan ke Pasukan Perdamaian

LintasWarganet.com – 27 April 2026 | Jakarta, 27 April 2026 – Tragedi terbaru di Lebanon menambah deretan kusuma bangsa yang gugur dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN). Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, anggota kontingen TNI dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), meninggal setelah dirawat intensif akibat luka berat yang diderita pada akhir Maret. Kejadian ini memicu kemarahan dan keprihatinan mendalam dari pemerintah Indonesia, DPR, serta perwakilan diplomatik di PBB yang menuntut perlindungan maksimal bagi pasukan UNIFIL.

Situasi di Lebanon dan Insiden Terbaru

Pada malam 29 Maret 2026, sebuah proyektil yang diduga berasal dari tank Merkava milik militer Israel menabrak pangkalan UNIFIL di Adchit Al Qusayr, selatan Lebanon. Proyektil 120 mm tersebut menghantam area yang ditempati prajurit Indonesia, menewaskan Praka Rico Pramudia yang berusia 31 tahun dan menyebabkan luka kritis pada rekan-rekannya. Satu hari kemudian, pada 30 Maret, konvoi logistik UNIFIL yang dipimpin oleh dua perwira TNI—Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan—diserang dengan bahan peledak rakitan yang diyakini dipasang oleh kelompok Hizbullah, menewaskan keduanya. Secara keseluruhan, dalam sebulan terakhir, empat prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya terluka dalam dua insiden terpisah.

Reaksi Pemerintah Indonesia

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyatakan duka mendalam atas kematian Praka Rico dan menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. “Indonesia kecam keras serangan Israel yang menargetkan pasukan perdamaian. Kami mendesak PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban,” tegasnya dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun X Kemenlu.

Selain Kemenlu, perwakilan Indonesia di PBB—Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa—mengeluarkan pernyataan tegas yang menuntut peningkatan mekanisme perlindungan UNIFIL. “Kami menolak segala bentuk serangan terhadap pasukan perdamaian. Pemerintah Indonesia menyerukan agar PBB segera meninjau mandat dan protokol keamanan UNIFIL agar sesuai dengan realitas ancaman yang berkembang,” ujar sang duta dalam sidang khusus dewan keamanan.

Seruan Evaluasi Mandat UNIFIL oleh DPR

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap mandat UNIFIL. Dalam keterangan resmi pada 26 April 2026, ia menegaskan bahwa serangan ke markas UNIFIL menandakan eskalasi signifikan yang meningkatkan risiko bagi penjaga perdamaian. “Perlindungan terhadap personel PBB tidak boleh diabaikan oleh pihak manapun, termasuk dalam dinamika konflik antara Israel dan aktor lain di kawasan,” ujarnya. Sukamta menambahkan bahwa DPR akan mendorong PBB untuk menyusun langkah investigasi yang transparan serta menyediakan mekanisme akuntabilitas yang jelas.

Langkah Selanjutnya dan Harapan

Pemerintah Indonesia bersama TNI dan Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan UNIFIL, otoritas Lebanon, serta tim medis di Beirut untuk memastikan repatriasi jenazah Praka Rico secara cepat dan hormat. Selain itu, Indonesia menuntut agar PBB mengeluarkan resolusi khusus yang memperketat zona aman di sekitar pos-pos UNIFIL serta meningkatkan kapasitas pertahanan pasukan perdamaian, termasuk penambahan peralatan deteksi dan perlindungan anti‑artileris.

Komunitas internasional diharapkan dapat memberikan dukungan logistik dan diplomatik untuk memperkuat keamanan UNIFIL, sementara pihak‑pihak yang terlibat dalam konflik di Lebanon diminta menahan diri dan menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1701. Upaya bersama ini diharapkan tidak hanya mengungkap pelaku serangan, tetapi juga mencegah terulangnya tragedi serupa yang dapat menodai misi perdamaian global.

Dengan duka yang mendalam, bangsa Indonesia mempersembahkan penghormatan tertinggi kepada Praka Rico Pramudia serta rekan-rekannya yang gugur. Keberanian mereka menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit TNI dan menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.