LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Pasangan ganda putri Indonesia, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi, harus mengakui kekalahan di perempat final Mutua Madrid Open 2026 setelah menurunkan performa impresif melawan veteran Jerman‑Rusia, Laura Siegemund dan Vera Zvonareva. Pertandingan yang berlangsung di Manzanares Park Tennis Center pada Selasa 28 April berakhir dengan skor ketat 7‑5, 5‑7, 8‑10, menutup langkah duo Merah Putih di turnamen WTA 1000 yang paling bergengsi pada tanah liat.
Awal yang menegangkan dan set pertama yang diambil Indonesia
Sejak servis pertama, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. Janice dan Aldila sempat kehilangan permainan pertama, namun langsung bangkit dengan melakukan break balik dan menyeimbangkan kedudukan. Pertarungan servis berulang‑ulang membawa skor ke angka 5‑5 pada game ke‑10. Di momen krusial, pasangan Indonesia tampil lebih tenang, mengonversi break point penting dan menutup set pertama dengan keunggulan 7‑5.
Set kedua berbalik, tiga kali match point tak berbuah
Set kedua dimulai dengan dominasi Janice/Aldila yang memimpin 3‑1. Mereka terus menekan lawan hingga posisi 5‑4, bahkan menciptakan tiga kesempatan match point. Namun pengalaman Siegemund/Zvonareva terbukti lebih tajam; mereka berhasil menyelamatkan semua match point, membalikkan skor menjadi 5‑7 dan memaksa pertandingan melanjutkan ke super tie‑break.
Super tie‑break: Ketegangan memuncak hingga 10‑8
Fase penentuan akhir dimulai dengan keunggulan lawan 3‑0. Janice dan Aldila tidak menyerah, menyamakan kedudukan menjadi 3‑3 sebelum kembali tertinggal 4‑7. Kedua pasangan kembali beradu hingga skor mencapai 8‑8, namun Siegemund/Zvonareva berhasil mengunci kemenangan dengan 10‑8 pada poin penentu. Kemenangan lawan menutup babak Madrid Open bagi Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi.
Statistik singkat pertandingan
- Set pertama: 7‑5 untuk Indonesia
- Set kedua: 5‑7 untuk lawan
- Super tie‑break: 8‑10 untuk lawan
- Match point Indonesia: 3 kali (semua gagal)
- Akselerasi ranking WTA: Janice diproyeksi naik ke peringkat 41, Aldila ke peringkat 47 pada pekan berikutnya
Implikasi bagi tenis Indonesia dan agenda selanjutnya
Kehadiran Janice Tjen/Aldila Sutjiadi di perempat final menandai pencapaian historis sebagai duet ganda putri pertama Indonesia yang menembus babak tersebut pada turnamen WTA 1000. Meskipun belum berhasil menembus semifinal, performa mereka meningkatkan profil tenis tanah air di kancah internasional.
Setelah Madrid, duo ini dijadwalkan melanjutkan kampanye di Internazionali BNL d’Italia, turnamen tanah liat terbesar berikutnya yang berlangsung di Roma. Persiapan menuju Roland Garros, Grand Slam tanah liat paling prestisius, juga menjadi fokus utama mereka. Peningkatan ranking yang diantisipasi akan memberi manfaat dalam penyusunan draw dan peluang memperoleh seed pada turnamen-turnamen mendatang.
Selain ganda, Janice Tjen juga berkompetisi di sektor tunggal, namun harus mengakui kekalahan pada babak pertama melawan petenis kualifikasi Alina Charaeva. Aldila Sutjiadi, yang sebelumnya pernah menembus semifinal WTA 1000 bersama Miyu Kato di BNP Paribas Open 2023 dan Leylah Fernandez di Wuhan Open 2024, tetap menjadi aset berharga bagi tim nasional.
Secara keseluruhan, meski berujung pada kekalahan, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi menunjukkan mental baja, kemampuan beradaptasi, dan potensi untuk menantang pasangan-pasangan top dunia. Dukungan publik dan pembinaan yang berkelanjutan di dalam negeri diharapkan dapat mempercepat pencapaian mereka menuju semifinal atau bahkan final pada turnamen WTA 1000 berikutnya.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet