Drama Play‑off: FC Volendam Tertunduk Kalah, Willem II Naik ke Eredivisie, dan Kepergian Rick Kruys
Drama Play‑off: FC Volendam Tertunduk Kalah, Willem II Naik ke Eredivisie, dan Kepergian Rick Kruys

Drama Play‑off: FC Volendam Tertunduk Kalah, Willem II Naik ke Eredivisie, dan Kepergian Rick Kruys

LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Sabtu, 23 Mei 2026 menjadi malam yang penuh ketegangan bagi dua klub Belanda: FC Volendam dan Willem II. Dalam laga final play‑off promosi‑degradasi, Volendam harus menelan kekalahan lewat adu penalti melawan Willem II, yang langsung melaju ke Eredivisie. Kekalahan tersebut sekaligus menandai akhir masa jabatan pelatih kepala Rick Kruys di Volendam, yang resmi mengakhiri kontraknya dengan klub dalam kesepakatan bersama.

Perjalanan FC Volendam di Musim 2025/2026

Setelah meraih gelar juara Keuken Kampioen Divisie pada musim 2024/2025 di bawah asuhan Kruys, FC Volendam kembali tampil di Eredivisie. Awal musim terlihat menjanjikan, namun penurunan performa terjadi pada paruh akhir. Kegagalan mengamankan poin penting melawan Telstar pada laga terakhir menempatkan Volendam pada posisi 16 poin, mengharuskannya mengikuti play‑off untuk mempertahankan tempat di kasta tertinggi.

  • 16 poin pada klasemen akhir Eredivisie 2025/2026.
  • Kehilangan tiga poin krusial di pertandingan kandang melawan Telstar.
  • Masuk ke play‑off melawan tim-tim lain yang berjuang menghindari degradasi.

Di babak play‑off, Volendam berhasil menembus final setelah mengalahkan Telstar dan tim lain, namun akhirnya harus berhadapan dengan Willem II, yang pada saat itu bertekad kuat untuk kembali ke Eredivisie.

Willem II dan Kebangkitan Kembali ke Eredivisie

Willem II menempuh perjalanan yang menegangkan namun berakhir manis. Setelah gagal promosi pada kesempatan sebelumnya, mereka menyiapkan skuad dengan perpaduan antara pemain berpengalaman dan talenta muda. Penampilan solid di babak play‑off membawa mereka ke final melawan Volendam. Pada adu penalti, Willem II menunjukkan ketenangan yang lebih baik dan berhasil mengamankan tiket promosi.

General Manager Merijn Goris menegaskan kesiapan klub untuk bersaing di Eredivisie, menambahkan bahwa pertumbuhan komersial akan semakin kuat setelah kembali ke kasta tertinggi.

Peran Kunci Nathan Tjoe‑A‑On dalam Promosi Willem II

Bek kiri asal Indonesia, Nathan Tjoe‑A‑On, menjadi sorotan utama setelah membantu Willem II memenangkan final melalui penalti. Selama musim 2025/2026, ia tampil dalam 40 pertandingan, mencatatkan satu gol dan satu assist, serta memberikan stabilitas defensif pada sisi kiri. Keberhasilannya di Belanda membuka peluang besar baginya untuk memperkuat Timnas Indonesia pada agenda FIFA Matchday Juni 2026.

“Menikmati beberapa hari terakhir. Hasil berbicara. Selebihnya hanyalah kebisingan,” ujar Nathan dalam unggahan Instagram setelah kemenangan tersebut, menegaskan fokusnya pada performa di lapangan.

Kepergian Rick Kruys: Akhir Sebuah Bab

Setelah satu tahun memimpin Volendam, Rick Kruys mengumumkan perpisahan dengan klub. Pada konferensi pers daring, Kruys menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengalaman memimpin tim meraih gelar juara dan mencatat rekor klub dengan 82 poin. Namun, ia mengakui bahwa musim terakhir tidak berakhir sesuai harapan.

Direktur Teknis Patrick Busby menambahkan bahwa keputusan diambil secara bersama‑sama demi kepentingan kedua belah pihak. “Kami menghargai kontribusi Rick sebagai pelatih yang energik dan profesional. Kami mendoakan langkah selanjutnya yang sukses,” ujar Busby.

Kepergian Kruys membuka peluang bagi Volendam untuk mencari pengganti yang dapat memulihkan semangat tim dan menargetkan kembali promosi ke Eredivisie pada musim berikutnya.

Dengan hasil play‑off ini, klasemen akhir musim 2025/2026 menegaskan dinamika kompetisi Belanda: Willem II kembali ke Eredivisie, sementara FC Volendam harus kembali berjuang di Keuken Kampioen Divisie. Kedua klub kini menatap masa depan dengan strategi berbeda; Willem II fokus pada persiapan menghadapi tantangan tingkat atas, sedangkan Volendam berupaya memperkuat skuad demi kembali ke puncak. Perubahan kepelatihan, penampilan pemain kunci, dan keputusan manajerial akan menjadi faktor penentu dalam perjalanan mereka ke depan.