Drama Persahabatan Belanda vs Aljazair: Reijnders Bersinar, Koeman Uji Formasi Baru
Drama Persahabatan Belanda vs Aljazair: Reijnders Bersinar, Koeman Uji Formasi Baru

Drama Persahabatan Belanda vs Aljazair: Reijnders Bersinar, Koeman Uji Formasi Baru

LintasWarganet.com – 04 Juni 2026 | Pertandingan persahabatan antara timnas Belanda dan Aljazair yang disiarkan pada Rabu sore menjadi sorotan utama penggemar sepak bola dunia. Dilaporkan oleh sejumlah media, laga yang berlangsung di stadion Feyenoord ini tidak menghasilkan gol pada babak pertama, namun menampilkan aksi-aksi menawan terutama dari gelandang kreatif Belanda, Tijjani Reijnders. Penampilan Reijnders berhasil menarik pujian dari mantan striker legendaris Belanda, Pierre van Hooijdonk, yang menilai pemain muda tersebut sebagai “pemain terbaik” dalam tim.

Van Hooijdonk menekankan bahwa keunggulan Reijnders terletak pada kemampuannya menciptakan ancaman secara konsisten, meski belum ada hasil akhir dalam bentuk gol. “Reijnders memang pemain terbaik di tim Belanda,” ujar Van Hooijdonk kepada NOS, menambahkan bahwa kontribusi gelandang tersebut sangat dipengaruhi oleh kedalaman serangan yang disediakan oleh penyerang Donyell Malen dan winger Crysencio Summerville. Menurutnya, umpan-umpan terobosan dari Reijnders tidaklah sulit, namun efektif, memaksa bek lawan untuk berhadapan satu lawan satu dengan penyerang.

Formasi dan Pilihan Koeman

Pelatih kepala Ronald Koeman memanfaatkan laga ini sebagai kesempatan untuk menguji susunan pemain menjelang Piala Dunia 2026. Pada pertandingan tersebut, Koeman menurunkan formasi 4‑3‑3 yang menampilkan Bart Verbruggen sebagai penjaga gawang, lini belakang terdiri dari Mats Wieffer (mengganti Denzel Dumfries yang sedang skorsing), Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, dan Micky van de Ven. Di lini tengah, trio Gravenberch, Reijnders, dan Frenkie de Jong mengendalikan irama permainan, sementara serangan diatur oleh Crysencio Summerville di sayap kanan, Donyell Malen di posisi penyerang tengah, dan Cody Gakpo di sayap kiri.

Keputusan Koeman menempatkan Summerville sebagai starter menunjukkan kepercayaan pada kemampuan pemain muda asal Sheffield United untuk memberikan kecepatan dan variasi di sayap kanan. Di sisi lain, Memphis Depay yang tengah berlatih bersama skuad tidak mendapatkan kesempatan bermain karena belum kembali fit sepenuhnya, memberi ruang bagi Malen untuk memamerkan ketajamannya.

Analisis Taktik

  • Kedalaman Serangan: Kehadiran Malen dan Summerville memberi ruang bagi Reijnders untuk menyalurkan bola ke lini depan dengan lebih leluasa. Kedalaman ini memungkinkan gelandang kreatif untuk beroperasi lebih tinggi, menciptakan peluang lewat umpan-umpan terobosan.
  • Peran Gelandang Tengah: Kombinasi Gravenberch, Reijnders, dan De Jong menyeimbangkan antara pertahanan dan serangan. De Jong berfungsi sebagai pengatur tempo, sementara Gravenberch menambah dinamika di zona tengah.
  • Tekanan Pressing: Belanda menerapkan pressing tinggi pada fase kehilangan bola, menekan pertahanan Aljazair untuk memaksa kesalahan. Ini terbukti efektif dalam menciptakan peluang, meski belum menghasilkan gol.

Di babak pertama, meski belum ada gol tercipta, Reijnders beberapa kali mengirimkan umpan terobosan yang hampir mengarah pada penyelesaian akhir oleh Malen. Van Hooijdonk menilai bahwa jika Reijnders terus mempertahankan kualitas umpan tersebut, ancaman Belanda akan semakin meningkat, terutama mengingat kemampuan penyerang seperti Malen yang dapat memanfaatkan satu lawan satu dengan kiper.

Jadwal dan Dampak ke Piala Dunia

Pertandingan ini menjadi yang terakhir bagi Belanda di tanah sendiri sebelum mereka berangkat ke Amerika Serikat pada hari Kamis untuk rangkaian laga persahabatan lainnya, termasuk melawan Uzbekistan di New York. Selanjutnya, Tim Oranje akan membuka Piala Dunia 2026 pada 14 Juni melawan Jepang, diikuti oleh pertandingan melawan Swedia pada 20 Juni dan Tunisia pada 26 Juni.

Penampilan dalam laga persahabatan ini menjadi indikator penting bagi Koeman dalam memfinalisasi skuad. Pemain-pemain yang menunjukkan konsistensi, seperti Reijnders dan Summerville, kemungkinan besar akan memperoleh menit lebih banyak di turnamen utama. Di sisi lain, performa Depay yang masih dalam proses rehabilitasi menjadi faktor ketidakpastian bagi strategi serangan Belanda.

Secara keseluruhan, laga persahabatan Belanda vs Aljazair menegaskan pentingnya kombinasi antara kreativitas di lini tengah dan kedalaman serangan. Jika Reijnders dapat terus mengirimkan bola berbahaya kepada penyerang, serta Koeman berhasil menyesuaikan taktiknya dengan kondisi pemain, Belanda memiliki peluang besar untuk menampilkan permainan menyerang yang dinamis di Piala Dunia mendatang.