Drama Perceraian Salmafina Sunan dan Taqy Malik: Legging, Tuduhan, dan Keterlibatan Sunan Kalijaga
Drama Perceraian Salmafina Sunan dan Taqy Malik: Legging, Tuduhan, dan Keterlibatan Sunan Kalijaga

Drama Perceraian Salmafina Sunan dan Taqy Malik: Legging, Tuduhan, dan Keterlibatan Sunan Kalijaga

LintasWarganet.com – 04 April 2026 | Jakarta, 3 April 2026 – Perceraian antara Salmafina Sunan, mantan istri Taqy Malik, kembali menjadi sorotan utama media hiburan setelah munculnya pernyataan menegaskan fakta legging yang diklaim menjadi pemicu keretakan rumah tangga mereka. Perseteruan ini semakin memanas ketika Sheril Thalib, istri terbaru Taqy Malik, menuding adanya hoaks dalam laporan legging, memicu respons keras dari ayah Salma, Sunan Kalijaga.

Latarnya: Pernikahan dan Awal Konflik

Salmafina Sunan dan Taqy Malik menikah pada tahun 2020 dan selama beberapa tahun pertama tampak harmonis di mata publik. Namun, kabar mengenai masalah keuangan dan perbedaan gaya hidup mulai mengemuka pada akhir 2024. Perseteruan memuncak pada liburan keluarga ke Eropa pada Juli 2025, ketika keluarga menghabiskan waktu di Swiss bersalju tebal.

Menurut keterangan yang diberikan Sunan Kalijaga kepada wartawan di studio Trans TV pada 9 Juli 2025, Salmafina terpaksa mengenakan legging tambahan di luar pakaian syar’i demi menghindari rasa dingin yang ekstrim. Keputusan itu, meskipun bersifat praktis, ternyata memicu kemarahan Taqy Malik yang menilai tindakan tersebut melanggar norma berpakaian yang mereka sepakati.

Isu Legging Menjadi Titik Balik

Setelah kejadian itu, Sheril Thalib menyatakan bahwa cerita legging hanyalah “hoaks” yang dibuat untuk menjelekkan Taqy Malik. Pernyataan tersebut menimbulkan protes keras dari Sunan Kalijaga, yang menegaskan bahwa cerita legging bukan sekadar rumor melainkan fakta yang ia dengar langsung dari Salmafina.

“Saya tidak akan membiarkan tuduhan hoaks merusak nama keluarga kami,” ujar Sunan Kalijaga, menantang siapapun yang meragukan kebenaran tersebut. Ia menambahkan bahwa legging menjadi pemicu utama keretakan hubungan karena menimbulkan ketegangan emosional yang tak dapat diatasi.

Pengajuan Perceraian dan Dampak Media

Proses perceraian resmi diajukan pada September 2025. Salmafina menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi kepentingan anak-anak mereka, sementara Taqy Malik menolak menyebutkan detail keuangan dalam pernyataan publiknya. Media hiburan, termasuk portal Kumparan dan MSN, menyiapkan rangkuman lima berita populer yang menyoroti fakta perceraian, legging, serta pernyataan Sunan Kalijaga.

Berita-berita tersebut menampilkan foto-foto Salmafina di ruang sidang, tangisan ibunya, serta pernyataan tegas ayahnya yang menolak label “hoaks”. Sorotan media memperlihatkan bagaimana isu pribadi dapat meluas menjadi perdebatan publik, memengaruhi citra publik kedua belah pihak.

Reaksi Publik dan Analisis Sosial

Netizen menanggapi dengan beragam pendapat. Sebagian mengkritik Taqy Malik karena dianggap tidak sensitif terhadap kebutuhan praktis istri dalam iklim ekstrim, sementara yang lain memuji Sunan Kalijaga atas keberaniannya membela anaknya di panggung publik. Pengamat budaya menilai bahwa kasus ini mencerminkan ketegangan antara nilai tradisional berpakaian syar’i dan kebutuhan adaptasi dalam situasi modern, khususnya ketika keluarga selebriti beraktivitas di luar negeri.

Selain itu, kasus ini menimbulkan perdebatan mengenai peran orang tua dalam urusan rumah tangga anak dewasa. Sunan Kalijaga, yang dikenal sebagai figur publik dengan reputasi moral, kini menjadi sorotan karena keterlibatannya yang intens dalam mengklarifikasi fakta perceraian.

Kesimpulan

Drama perceraian Salmafina Sunan dan Taqy Malik menunjukkan bagaimana sebuah insiden kecil seperti penggunaan legging dapat bereskalasi menjadi konflik besar ketika nilai budaya, ekspektasi publik, dan dinamika keluarga bertabrakan. Pernyataan tegas Sunan Kalijaga menegaskan bahwa cerita legging bukan sekadar rumor melainkan bagian penting dari kronologi perpecahan tersebut. Hingga kini, proses hukum masih berjalan, dan publik menanti hasil akhir yang dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat.