Drama Penyelamatan Ajax & Kebangkitan Willem II: Pahlawan Indonesia Buktikan Gigi di Eredivisie!
Drama Penyelamatan Ajax & Kebangkitan Willem II: Pahlawan Indonesia Buktikan Gigi di Eredivisie!

Drama Penyelamatan Ajax & Kebangkitan Willem II: Pahlawan Indonesia Buktikan Gigi di Eredivisie!

LintasWarganet.com – 25 Mei 2026 | Jakarta – Kompetisi Eredivisie Belanda kembali menjadi sorotan setelah dua kisah heroik melibatkan pemain asal Indonesia. Di satu sisi, kiper Maarten Paes menyelamatkan Ajax Amsterdam dari kegagalan di final play‑off Eredivisie, sementara di sisi lain, bek kiri Nathan Tjoe‑A‑On bersama rekan timnya Willem II Tilburg berhasil mengamankan promosi ke kasta tertinggi liga Belanda.

Maarten Paes, Sang Penjaga Gawang Ajax

Dalam laga penentuan tempat di putaran kedua kualifikasi UEFA Conference League, Ajax harus mengatasi FC Utrecht lewat babak ekstra waktu dan adu penalti. Maarten Paes, yang juga menjadi kiper Timnas Indonesia, menunjukkan aksi gemilang sejak menit dua pertandingan dengan dua penyelamatan krusial atas tembakan Mike van der Hoorn dan Souffian El Karouani. Kedua penyelamatan itu membantu Ajax menahan serangan awal Utrecht dan menjaga skor 0‑0 hingga jeda pertama berakhir.

Babak tambahan menyaksikan gol pertama Ajax melalui Davy Klaasen pada menit 96, namun keunggulan itu hanya bertahan sepuluh menit sebelum Gjivai Zechiel menyamakan kedudukan untuk Utrecht. Pertandingan berakhir 1‑1 dan memasuki adu penalti.

Di titik krusial, Paes kembali muncul sebagai pahlawan dengan menepis dua tendangan penalti, memastikan Ajax melaju ke babak selanjutnya. Penampilannya tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama Ajax, namun juga menegaskan kualitas kiper Indonesia di panggung Eropa.

Willem II dan Nathan Tjoe‑A‑On: Kembali ke Eredivisie

Di Liga Belanda tingkat kedua, Willem II Tilburg menyiapkan diri untuk kembali ke Eredivisie setelah dua tahun absen. Penampilan konsisten Nathan Tjoe‑A‑On di lini pertahanan menjadi faktor kunci dalam perjalanan tim menuju promosi. Pada leg kedua final playoff melawan FC Volendam, Tjoe‑A‑On memulai pertandingan sejak menit awal dan mempertahankan disiplin defensif hingga digantikan pada menit 106.

Willem II membuka keunggulan cepat lewat gol Siegert Baartmans pada menit tujuh, setelah menerima umpan silang dari Mounir El Allouchi. Finn Stam menambah keunggulan menjadi dua gol pada menit 17. Meskipun Volendam berusaha mengejar dengan gol Yannick Leliendal pada menit 36, selisih dua gol tetap bertahan hingga akhir waktu normal, menjadikan agregat 3‑3 karena hasil leg pertama berbalik.

Babak tambahan tidak menghasilkan gol tambahan, sehingga pertandingan harus diselesaikan lewat adu penalti. Di sinilah Thomas Didillon, kiper Willem II, menahan tendangan Nordin Bukala, sementara eksekutor Willem II mengeksekusi lima gol dari enam tembakan, menghasilkan kemenangan 5‑4 dan tiket promosi ke Eredivisie.

Siegert Baartmans, Penyerang Keturunan Bandung

Penampilan Baartmans tak hanya berperan dalam gol pembuka melawan Volendam. Pemain berusia 20 tahun ini, yang memiliki garis keturunan Bandung lewat neneknya, menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan Willem II setelah menembus skuad senior dari tim U‑21. Selama musim 2025/2026, ia tampil dalam 23 pertandingan Keuken Kampioen Divisie, meski hanya mencetak satu gol di liga reguler, namun gol penentu di final playoff menambah nilai historis bagi kariernya.

Keberhasilan Baartmans menambah cerita unik tentang kontribusi pemain keturunan Indonesia di kompetisi Eropa, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda di tanah air.

Implikasi bagi Eredivisie dan Harapan Indonesia

Kemenangan Ajax dan promosi Willem II menandai dinamika kompetisi Eredivisie yang semakin kompetitif. Kedua tim kini akan berhadapan dengan tantangan baru di level tertinggi, baik dalam perebutan gelar maupun mempertahankan posisi. Sementara itu, keberhasilan pemain Indonesia di panggung Belanda memperkuat posisi mereka sebagai aset berharga bagi klub Eropa.

Para pengamat menilai bahwa kehadiran Maarten Paes, Nathan Tjoe‑A‑On, dan Siegert Baartmans dapat membuka peluang lebih luas bagi pemain Asia untuk menembus liga top Eropa, khususnya di Belanda yang dikenal sebagai jalur pengembangan bakat muda.

Dengan Ajax melaju ke fase selanjutnya kompetisi Eropa dan Willem II kembali ke Eredivisie, musim kompetisi Belanda 2026/2027 menjanjikan persaingan sengit. Kedua cerita ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemain Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi signifikan di level tertinggi sepak bola Eropa.