LintasWarganet.com – 21 Juni 2026 | Stadion Monterrey menjadi saksi pertarungan sengit antara Meksiko dan Korea Selatan pada laga kedua Grup A Piala Dunia FIFA 2026. Setelah mengalami kekalahan tipis 0‑1, skuad Asuhan Hong Myung‑bo bertekad keras untuk mengubah nasib dan menargetkan kemenangan tiga kali beruntun di pertandingan ketiga melawan Afrika Selatan.
Kekalahan di laga pertama menimbulkan keprihatinan di kalangan pelatih dan pemain. Namun, Hong Myung‑bo menegaskan bahwa timnya tetap fokus pada proses pemulihan mental dan taktik, sekaligus menyingkirkan stigma “kutukan dua kali” yang selama ini menghantui performa Korea di babak kedua turnamen dunia.
Sejarah Pertemuan Korea‑Meksiko di Piala Dunia
Statistik menunjukkan bahwa Korea Selatan belum pernah meraih kemenangan melawan Meksiko di fase grup Piala Dunia. Rekor pertemuan mereka berakhir dengan empat kali imbang dan delapan kali kalah, mencerminkan dominasi Meksiko yang konsisten.
Namun, catatan tersebut tidak sepenuhnya menutup peluang. Pada dua edisi terakhir, Korea berhasil membalikkan situasi di laga ketiga grup. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, tim asuh Paulo Bento mengalahkan Jerman 2‑0 di babak ketiga setelah dua kekalahan sebelumnya, menciptakan keajaiban yang dikenal sebagai “Miracle of Kazan”. Di Qatar 2022, Lee Jong‑sup memimpin tim mengalahkan Portugal 2‑1 lewat gol tambahan di menit tambahan, memastikan tiket 16 besar.
- Rekor keseluruhan Korea vs Meksiko: 0 kemenangan, 4 imbang, 8 kalah.
- Rekor Korea di laga ketiga grup: 3 kemenangan, 2 imbang, 5 kalah (10 pertandingan).
- Kemenangan penting di laga ketiga: 2018 vs Jerman (2‑0), 2022 vs Portugal (2‑1), 2002 vs Portugal (1‑0) oleh Park Ji‑sung.
Data tersebut memberi sinyal bahwa Korea memiliki pola psikologis yang menguntungkan pada pertandingan penentu di fase grup. Oleh karena itu, pelatih Hong menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan momentum “pertandingan ketiga beruntun” sebagai katalisator keberhasilan.
Strategi dan Harapan Tim
Latihan pemulihan yang berlangsung di kamp latihan Sapopan Chivas Bay Verde, dekat Guadalajara, difokuskan pada peningkatan kecepatan transisi dan pertahanan zona tinggi. Pemain kunci seperti Hwang Hee‑chan, yang pernah mencetak gol pembalikan pada Piala Dunia 2022, dan Lee Jong‑su, ditugaskan untuk menambah variasi serangan.
Di lini belakang, bek Lee Han‑beom menegaskan tekadnya untuk “menang mutlak” melawan Afrika Selatan, sekaligus menambah poin jika Korea gagal mengalahkan Meksiko. “Kita tidak hanya bermain untuk satu pertandingan, tetapi untuk memastikan tempat ke babak 16 besar,” ujarnya dalam konferensi pers pasca‑pertandingan kedua.
Selain taktik, aspek mental menjadi fokus utama. Tim psikolog resmi Korea menyiapkan sesi visualisasi dan latihan pernapasan untuk mengurangi tekanan “kutukan” yang selama ini membayangi performa di laga kedua.
Prospek Laga Ketiga dan Dampaknya
Jika Korea berhasil menambah tiga poin melawan Afrika Selatan, mereka akan mengamankan posisi dua besar grup dengan total enam poin, terlepas dari hasil akhir melawan Meksiko. Namun, kemenangan melawan Meksiko tetap menjadi prioritas utama, mengingat reputasi tim lawan yang kuat dan keinginan menutup babak grup dengan “tiga kemenangan beruntun”.
Para analis sepak bola menilai bahwa keberhasilan Korea akan sangat bergantung pada kemampuan mengendalikan tempo permainan dan mengoptimalkan peluang dari serangan balik cepat. Peran kreatif pemain tengah seperti Hwang Hee‑chan dan Kim Min‑jae menjadi kunci untuk membuka pertahanan Meksiko yang terkenal disiplin.
Secara keseluruhan, pertandingan ini tidak hanya menjadi ujian teknis, melainkan juga pertarungan psikologis antara dua tim yang bertekad mengukir sejarah. Korea Selatan, yang masih berjuang mengatasi “kutukan dua kali”, kini menatap peluang emas untuk menulis ulang narasi mereka di Piala Dunia 2026.
Dengan semangat juang yang tinggi, dukungan suporter, dan persiapan matang, harapan Korea untuk mengakhiri dominasi Meksiko dan melangkah ke babak 16 besar semakin terasa nyata. Semua mata kini tertuju pada Monterrey, menanti momen krusial yang dapat mengubah perjalanan tim Asia Timur ini dalam kompetisi paling bergengsi dunia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet